Beranda arrow Artikel arrow Artikel arrow Memorandum Akhir Masa Jabatan Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah
Menu Utama
Beranda
Ihwal Kami
Publikasi
Tautan
Pencarian
Profil Kepala Balai
Suar Betang
Berita
Ketenagaan
KBBI
UKBI
Hasil Penelitian
Glosarium
Tokoh
Parade Gambar
Perpustakaan
Artikel
Agenda
Resensi Buku
Info
Memorandum Akhir Masa Jabatan Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah PDF Cetak E-mail
Minggu, 15 Februari 2009

MEMORANDUM AKHIR MASA JABATAN

KEPALA BALAI BAHASA

PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

PUSAT BAHASA

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

4 NOVEMBER 2006—10 DESEMBER 2008

Oleh

Puji Santosa 

 

I

PENDAHULUAN

 

1.1 Maksud dan Tujuan

            Memorandum ini disusun sebagai pertanggungjawaban pelakasanaan tugas se­ba­gai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, selama masa bakti yang dimulai pada 4 November 2006 hingga kini, 10 Desember 2008, yakni sejak saya serah terima jabatan kepala balai ini hingga akhir jabatan saya yang harus saya serah terimakan kepada pejabat baru Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah. Selaku Pelaksana Harian Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, saya ditugasi oleh Kepala Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, untuk lebih meningkatkan upaya penelitian, pengem­bangan, pembinaan, dan pelayanan kebahasaan dan kesastra­an di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, dengan Surat Keputusan Kepala Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, Nomor 1232/Kep/PB/2006, tanggal 28 Agustus 2006, dan diperpanjang dengan Surat Keputusan Kepala Pusat Bahasa Nomor 70/Kep/PB/2007, tertanggal 1 Februari 2007.

            Selama kurun waktu 2006—2008 atau 25 bulan lebih satu minggu, saya telah berusaha melaksanakan berbagai upaya yang berkenaan dengan rang­kaian penelitian, pengem­bangan, pembinaan, dan pelayanan kebahasaan dan kesastraan melalui serang­kaian kegiatan kebahasaan dan kesastraan, mengada­kan kerja sama dengan berbagai pihak di Kalimantan Tengah, melaksanakan temu sastrawan dan temu wartawan, membe­rikan pelayanan kebahasaan dan kesastraan, mening­katkan mutu tenaga kebahasaan dan kesastraan, pengelolaan kantor, peng­adaan inventaris kantor, serta pembangunan sarana dan prasarana penunjang kegiatan operasional kantor. Akan tetapi, dalam pelak­sanaan tugas itu tidak semulus melaju di jalan tol, tidak jarang juga ditemui berbagai kendala atau hambatan. Secara umum kendala atau hambatan itu dapat diatasi sesuai dengan batas kemampuan yang ada, tentu hasilnya tidak sesempurna seperti yang di­harapan.

            Memorandum ini dimaksudkan untuk memberikan seperangkat infor­masi meng­enai berbagai hal yang telah dan belum dapat dilaksanakan serta berbagai masalah dan upaya penanggulangannya sebagai bahan rujukan bagai pimpinan/kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah yang baru dalam rangka pene­litian, pengembangan, pembi­naan, pelayanan kebahasaan dan kesastraan kepada masyarakat Kalimantan Tengah. Selain itu, memorandum ini juga dapat di­manfaatkan sebagai bahan masukan bagi para pejabat dan pelaksana di ling­kungan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dalam upaya peningkatan kualitas tugas dan fungsinya.

 

1.2 Kedudukan, Tugas Pokok, dan Fungsi

Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah berkedudukan sebagai Unit Pe­laksana Teknis (UPT) Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 227/O/1999, tanggal 23 Septem­ber Tahun 1999 tentang organisasi dan tata kerja Kantor Bahasa, dalam keputusan terse­but dibentuk Kantor Bahasa Palangkaraya, kemudian diubah dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 156/O/2003, tanggal 17 Oktober 2003, tentang perubahan Kantor Bahasa Palangkaraya menjadi Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah.

Berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional yang baru, Nomor 5/16/2005, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah mempunyai kedudukan, tugas, dan fungsi sebagai berikut.

1)      Kedudukan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, di bidang penelitian, pengembangan, pembinaan, dan pelayanan di bidang kebahasaan dan kesastraan di daerah, terutama Provinsi Kalimantan Tengah.

2)      Tugas Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah adalah melaksanakan penelitian, pengembangan, pembinaan, dan pelayanan di bidang kebahasaan dan kesastraan di daerah Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Pusat Bahasa.

3)      Fungsi Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah adalah:

a.      Penyiapan bahan kebijakan teknis di bidang kebahasaan dan kesastraan di daerah Provinsi Kalimantan Tengah;

b.     Perencanaan penelitian, pengembangan, pembinaan, dan pelayanan di bi­dang kebahasaan dan kesastraan;

c.      Koordinasi pelaksanaan penelitian, pengembangan, pembinaan, dan pela­yanan di bidang kebahasaan dan kesastraan di daerah Provinsi  Kaliman­tan Tengah;

d.      Pelaksanaan pelayanan di bidang kebahasaan dan kesastraan serta peng­ajarannya;

e.      Pelaksanaan dokumentasi dan publikasi di bidang kebahasaan dan kesas­traan serta pengajarannya;

f.        Pelaksanaan pengembangan jaringan informasi kebahasaan dan kesas­traan serta pengajarannya;

g.      Pelaksanaan urusan ketatausahaan.

 

1.3 Struktur Organisasi

            Untuk dapat menjalankan tugas, wewenang, dan fungsinya, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah memiliki susunan organisasi sebagai berikut.

1.      Kepala,

2.      Subbagian Tata Usaha,

3.      Subbidang Pengkajian,

4.      Subbidang Pengembangan,

5.      Subbidang  Pembinaan, dan

6.      Kelompok Jabatan Fungsional.

 



1.4 Visi dan Misi

1.4.1 Visi
Terwujudnya lembaga penelitian yang unggul dan pusat informasi serta pelayanan yang prima di bidang kebahasaan dan kesastraan dalam rangka menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang berwibawa dan bahasa per¬hubungan luas di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah dalam upaya membangun bangsa yang lebih beradab dan bermartabat.

1.4.2. Misi
1)    Meningkatkan mutu bahasa dan sastra di Provinsi Kalimantan Tengah.
2)    Meningkatkan sikap positif masyarakat Kalimantan Tengah terhadap bahasa dan sastra Indonesia
3)    Mengembangkan bahan dan sarana informasi kebahasaan dan kesastraan.
4)    Mengembangkan tenaga kebahasaan dan kesastraan.
5)    Meningkatkan kerja sama kebahasaan dan kesastraan.
6)    Mengembangkan pengelolaan kelembagaan.

1.5 Ruang Lingkup
    Memorandum ini akan memuat seluruh aspek yang berkaitan dengan pelaksa¬naan tugas dan fungsi Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, ter¬utama mengenai pengka¬jian/penelitian, pembinaan, pengembangan, pela¬yanan, kerja sama, serta pem¬bangunan sarana dan prasarana penunjang kegiatan kantor selama kurun waktu November 2006 sampai dengan Desember 2008, dengan sistematika: (1) Pendahuluan, (2) Keadaan dan Permasalahan Kebahasaan dan Kesastraan yang Dihadapi, (3) Kebijakan Umum Pelaksanaan tugas Pengka¬jian/Penelitian, Pembinaan, dan Pengembangan Keba¬hasaan dan Kesastraan, (4) Rencana Kinerja Tahun 2009, dan (5) Penutup.

 
II

KEADAAN DAN PERMASALAHAN KEBAHASAAN
DAN KESASTRAAN YANG DIHADAPI
BALAI BAHASA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

2.1 Keadaan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah
    Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah merupakan Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, di bidang pene¬litian, pembinaan, dan pelayanan di bidang kebahasaan dan kesastraan di daerah Provinsi Kalimantan Tengah.
    Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dipimpin oleh seorang kepala yang berada dan bertanggung jawab kepada Kepala Pusat Bahasa, Depar¬temen Pendidikan Nasional.
    Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah mempunyai tugas melak¬sanakan pene¬litian, pengembangan, pembinaan, dan pelayanan di bidang kebahasaan dan kesastraan di daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Pusat Bahasa, Depar¬temen Pendidikan Nasional.
    Dalam melaksanakan tugas tersebut, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan fungsi:
a.    Penyiapan bahan kebijakan teknis di bidang kebahasaan dan kesastraan di daerah Provinsi Kalimantan Tengah;
b.    Perencanaan penelitian, pengembangan, pembinaan, dan pelayanan di bidang kebahasaan dan kesastraan;
c.    Koordinasi pelaksanaan penelitian, pengembangan, pembinaan, dan pelayanan di bidang kebahasaan dan kesastraan di daerah Provinsi  Kalimantan Tengah;
d.    Pelaksanaan pelayanan di bidang kebahasaan dan kesastraan serta pengajar¬annya;
e.    Pelaksanaan dokumentasi dan publikasi di bidang kebahasaan dan kesastraan serta pengajarannya;
f.    Pelaksanaan pengembangan jaringan informasi kebahasaan dan kesas¬traan serta pengajarannya;
g.    Pelaksanaan urusan ketatausahaan.

Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya tersebut, Balai Bahasa Provinsi Kali¬mantan Tengah terdiri atas:
a.    Subbagian Tata Usaha,
b.    Subbidang Pengkajian,
c.    Subbidang Pengembangan,
d.    Subbidang  Pembinaan, dan
e.    Kelompok Jabatan Fungsional.

Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas:
a.    Menyiapkan pelaksanaan urusan persuratan, kepegawaian, ketata¬lak¬sanaan, keuangan, dan kerumahtanggaan;
b.    Melaksanakan urusan persuratan, kepegawaian, ketatalaksanaan, keuangan, dan kerumahtanggaan;
c.    Menyiapkan laporan Balai Bahasa.

Subbidang Pengkajian Bahasa dan Sastra mempunyai tugas:
a.    Menyiapkan pelaksanaan penelitian kebahasaan dan kesastran serta peng¬ajarannya;
b.    Menyiapkan bahan koordinasi penelitian kebahasaan dan kesastraan serta pengajarannya;
c.    Melaksanakan penelitian kebahasaan dan kesastraan serta pengajar¬annya;
d.    Mengolah hasil penelitian kebahasaan dan kesastraan serta peng¬ajar¬annya;
e.    Menyusun bahan informasi penelitian kebahasaan dan kesastran serta peng¬ajarannya;
f.    Menyiapkan bahan publikasi hasil penelitian kebahasaan dan kesas¬traan serta pengajarannya;
g.    Menyiapkan bahan laporan Balai Bahasa.

Subbidang Pengembangan Bahasa dan sastra mempunyai tugas:
a.    Menyiapkan pelaksanaan pengembahan bahasa dan sastra di daerah;
b.    Melaksanakan penyusunan buku acuan bahasa dan sastra di daerah;
c.    Melaksanakan kodifikasi bahasa dan sastra di daerah;
d.    Melaksanakan penyusunan pedoman kebahasaan dan kesastraan di daerah;
e.    Melaksanakan penyusunan bahan informasi pengembangan bahasa dan sastra serta pengajarannya;
f.    Melaksanakan pendokumentasian dan publikasi di bidang kebaha¬saan dan kesastraan serta pengajarannya;
g.    Melaksanakan pengembangan dan pelayanan kepustakaan di daerah;
h.    Mengembangkan pusat informasi kebahasaan dan kesastraan di daerah untuk mendukung jejaring pusat informasi kebahasaan nasional;
i.    Menyiapkan bahan laporan Balai Bahasa.

Subbidang Pembinaan Bahasa dan Sastra mempunyai tugas:
a.    Menyiapkan bahan pembinaan bahasa dan sastra serta pengajar¬annya;
b.    Melaksanakan pemasyarakatan bahasa dan sastra;
c.    Berperan serta dalam peningkatan mutu pengajaran bahasa dan sastra;
d.    Berperan serta dalam pengembangan dan pelaksanaan pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing;
e.    Melaksanakan peningakatan mutu penggunaan bahasa dan apresiasi sastra;
f.    Melakukan upaya peningakatan mutu tenaga kebahasaan dan kesastraan serta pengajarannya;
g.    Mengembangkan dan memberikan layanan tes bahasa;
h.    Melaksanakan pertemuan kebahasaan dan kesastran serta pengajar¬annya;
i.    Menyiapkan laporan Balai Bahasa.

Jabatan fungsional di lingkungan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah masih dalam proses menuju ke jabatan peneliti. Sementara ini telah dikirim tiga staf Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah untuk mengikuti sertifikasi tenaga peneliti kebaha¬saan dan kesastraan di Lembaga Penelitian Indonesia (LIPI), Cibinong, Bogor, 2—22 November 2008. Jabatan fungsional lainnya, yaitu jabatan widyaiswara atau penyuluh dan pustkawan, belum ada seorang staf pun yang menduduki jabatan fungsional itu. Meskipun demikian, mereka (para staf tenaga teknis) telah melaksanakan kegiatan pe¬nelitian kebahasaan dan kesastraan, beberapa orang staf yang sudah menyuluh Bahasa Indonesia di beberapa tempat, dan beberapa staf Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah tekun mengelola dan melayani pengunjung perpustakaan Balai Bahasa.
Sejak awal tahun 2006, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menempati ge¬dung perkantoran baru di Jalan Tingang Km 3,5 Palangkaraya, luas tanah: 2.680 m² (lebar = 40 meter dan panjang = 67 meter) dengan pagar keliling 214 meter, serta pintu masuk dan keluar Balai Bahasa melalui dua gerbang. Status tanah merupakan tanah hibah pinjam pakai dari Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2002. Belum bersertifikat tersendiri. Kegiatan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah ditunjang dengan luas lantai bangunan: 1.613,25 m², yang terdiri atas:
1. Gedung Utama 2 lantai        : 2 x 11m x 20m    = 440,00 m²
2. Aula Gedung Baru 2 lanta    i    : 2 x 16m x 25m    = 800,00 m²
3. Gedung Tambahan 2 lantai        : 2 x 8,5m x 12m    = 204,00 m²
4. Rumah Dinas Kepala        : 1 x 6m x 8,5m    =   51,00 m²
5. Pos Jaga                : 1 x 2,5m x 5,5m    =   13,75 m²
6. Parkir Mobil            : 1 x 5m x 7,5m    =   37,50 m²
7. Parkir Motor            : 1 x 2,5m x 22m    =   55,00 m²
8. Dua Buah Menara Air        : 2 x 2m x 3m        =   12,00 m²  +
                    --------------------------------------------
Jumlah keseluruhan luas lantai bangunan            =1.613,25 m²

Agar suasana kantor lebih nyaman, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah juga dilengkapi halaman dan taman seluas 1.788,75m². Halaman dan taman yang seluas itu digunakan pula untuk saluran air (parit) keliling berbentuk U: 0,50 m x 174 m = 87 m²; saluran air (parit) depan halaman: 1,50 m x 40 m = 60 m², taman dengan 3 bak kolam air mancur yang dilengkapi dengan 12 tiang lampu hias taman, 24 pohon pinang, 10 pohon mangga, pohon-pohon lainnya ada seperti cemara, kenangan, kantil, tanjung, sawo, rambutan, jeruk, dan tanaman hias lainnya. Halaman Balai Bahasa ada yang beraspal, berpapling blok, berplester semen, dan berkerikil sebagai resapan, serta tempat olah raga sepak takraw (sepak raga), bulu tangkis, dan tenis meja.
Sarana penunjang lain adalah lisrik dengan kapasitas 5000 watt, telepon 3 sa¬luran, satu faksimile, jaringan internet dengan mula-mula menggunakan neonet, telkom¬net, dan akhirnya menggunakan jardiknas, televisi dengan parabolanya, langganan 4 surat kabar dan satu majalah, perpustakaan, mobil dinas, sepeda motor dinas, peralatan kantor dan perabot kantor lainnya.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah ditunjang oleh dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ang¬garan yang dialokasikan untuk mendukung kegiatan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dari tahun ke tahun mengalami kenaikan atau peningkatan jumlahnya.

2.2 Permasalahan Kebahasaan dan Kesastraan yang Dihadapi
    Masalah kebahasaan dan kesastraan yang dihadapi Balai Bahasa Provinsi Kali¬mantan Tengah sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan permasalahan kebahasaan dan kesastraan yang dihadapi Balai/Kantor Bahasa lainnya di Indonesia. Hanya saja yang membedakan adalah letak geografis, kepadatan jumlah penduduk, adat-istiadat, serta latar sosial, ekonomi, dan budayanya.
    Bahasa Indonesia dalam berbagai fungsinya, yaitu sebagai bahasa negara, bahasa nasional, perekat persatuan dan kesatuan bangsa, sarana komunikasi ilmu pengetahuan dan teknologi, sarana pendidikan, dan sarana pengembangan kebudayaan agar lebih beradab dan bermartabat serta menjadi tuan di negeri sendiri, wajib ditingkatkan pene¬litian, pengembangan, pembinaan, dan pelayanannya secara terpadu dan terencana. Pada masa yang akan datang masyarakat bangsa Indonesia umumnya, dan masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah khususnya, akan memiliki alat komunikasi yang canggih, yang mempunyai bentuk estetis, daya ungkap mempesona, luwes, dan beragam sesuai dengan keperluan penggunaannya.
    Kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar serta jumlah peng¬gunanya di Provinsi Kalimantan Tengah ini masih perlu terus ditingkatkan agar tercapai keterampilan berbahasa yang tinggi, baik secara tertulis maupun lisan, agar masyarakat Kalimantan Tengah memiliki sikap positif terhadap bahasa Indonesia, yang mengandung unsur kesetiaan berbahasa, kebanggaan berbahasa, kecintaan berbahasa, dan kesa¬dar¬an akan norma/kaidah berba¬hasa Indonesia. Sasaran itu harus diusahakan melalui jalur for¬mal, nonformal, dan informal, seperti kita terjun ke sekolah-sekolah, ke perguruan tinggi, penyuluhan bahasa Indonesia bagi masyarakat Kalimantan Tengah, bengkel dan pelatihan penulisan kreatif, uji kemahiran berbahasa, dan lomba-lomba atau sayembara-sayembara keterampilan berbahasa dan sastra.
Bahasa Daerah atau bahasa ibu di Provinsi Kalimantan Tengah ini lebih dari 22 bahasa daerah (Antara News, Kamis, 15 Maret 2007; Banjarmasin Post, Sabtu, 17 Maret 2007; Palangka Post, Sabtu, 17 Maret 2007; Banjarmasin Post Cyber Media, Sabtu, 2 Juni 2007; dan Kalteng Pos, Rabu, 13 Juni 2007). Sembilan bahasa yang cukup banyak digu¬nakan oleh masyarakat Kalimantan Tengah, yaitu bahasa Ngaju, Maanyan, Ot Danum, Katingan, Bakumpai, Tamuan, Sampit, Banjar, dan Melayu. Sisanya, 13 bahasa daerah diantaranya terancam punah, yaitu bahasa Mentaya, Pembuang, Bayan, Kalahien, Lawangan, Tawoyan, Balai, Bulik, Mendawai, Barean, Bara Injey, Kadoreh, dan Waringin. Oleh karena itu, keberadaan bahasa-bahasa daerah di Kalimantan Tengah ini harus tetap dibina, dipertahankan, dilestarikan, dan diselamatkan dari kepunahan. Sebab, bahasa-bahasa daerah itu juga berperan sebagai wadah budaya daerah dan sebagai pilar budaya nasional. Untuk mencapai maksud itu, penelitian kekerabatan dan pemetaan bahasa-bahasa daerah di Kalimantan Tengah perlu digalakkan, inventarisasi kosakata/ istilah bahasa daerah perlu dilanjutkan, penyusunan kamus dwibahasa daerah—Indo¬nesia juga sangat diperlukan, pendokumentasian dan kodifikasi bahasa daerah perlu ditingkat¬kan, dan kerja sama dengan lembaga terkait sebagai pemangku kepentingan, terutama pemerintah kota/kabupaten dan provinsi, segera direalisasikan.
Aktivitas menulis sastra Indonesia dan sastra daerah di Provinsi Kalimantan Tengah masih sepi (Supardi, Kalteng Pos, Rabu—Jumat, 18—20 Juli 2007) apabila diban¬dingkan dengan provinsi lain sesama Kalimantan. Menurut pengamatan Korie Layun Rampan hanya ada tiga nama penulis karya sastra dari Kalimantan Tengah yang telah menasional atau mendunia, yaitu Haji Ahmad Badar Sulaiman Usin (HABSU), J.J. Kusni, dan Johanes Djoko Santoso Passandaran. Namun, kini HABSU telah meninggal dunia sehingga tidak dapat kreatif lagi, J.J. Kusni orang asli Dayak kelahiran tepi sungai Katingan itu pergi meninggalkan tanah Kalimantan untuk berpetualang ke Perancis, dan Djoko Passandaran yang dosen Universitas Palangkaraya itu kembali ke Yogyakarta mengajar di Taman Siswa. Selain itu, masih ada satu sastrawan lagi yang tercatat secara nasional, yaitu Fridolin Ukur, kelahiran Tamianglayang, Barito Timur. Beliau pun juga telah meninggal dunia.
Sebagai hasil reka cipta dunia seni Indonesia, sastra Indonesia dan daerah di Kalimantan Tengah perlu sekali digalakkan, dibina, dikembangkan, dan difasilitasi agar tumbuh dinamika kreativitas seni yang menggairahkan, dapat diminati dan dinikmati oleh kalangan masyarakat Kalimantan Tengah khususnya dan masyarakat Indonesia secara lebih luas, syukur-syukur dapat dinikmati oleh masyarakat dunia melalui internet, misalnnya Kalteng Pos On Line, Banjarmasin Pos On Line, Kompas Cyber Media,   Antara News, Jurnal Nasio¬nal, dan Rakyat Merdeka Nusantara. Oleh karena itu, Balai Bahasa Provinsi Kali¬mantan Tengah pun juga membuka laman mulai awal Mei 2008 dengan alamat:balaibahasa¬provinsikalteng.org
Jumlah dan mutu profesional tenaga kebahasaan dan kesastraan serta pengajar¬an¬nya di Provinsi Kalimantan Tengah ini perlu terus ditingkatkan, apabila dikaitkan dengan perluasan tugas penelitian, pengembangan, pem¬binaan, dan pelayanan keba¬hasaan dan kesastraan yang semakin lama sema¬kin meningkat. Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan-pelatihan dan meng¬ikuti pendidikan formal kebahasaan dan kesas¬traan.
Mengingat sangat luasnya ruang lingkup penelitiaan, pengembangan, pembi¬naan, dan pelayanan kebahasaan dan kesastraan di Kalimantan Tengah ini, diperlukan suatu kerja sama yang sinergi dengan berbagai pihak terkait, seperti pemerintah kota/ kabupaten, pemerintah provinsi, dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi dan kota/ kabupaten, dinas pariwisata seni dan budaya, LPMP, wartawan, media massa, sastrawan, guru, pelaku bisnis, orga¬nisasi profesi, dan perguruan tinggi.
Penelitian, pengembangan, pembinaan, dan pelayanan kebahasaan dan kesas¬traan Indonesia dan daerah dapat dicapai dengan hasil baik dan ber¬kualitas, sesuai dengan harapan, apabila ditunjang oleh tersedianya sarana dan prasarana yang memadai.










III

KEBIJAKAN UMUM DAN PELAKSANAAN TUGAS
PENELITIAN, PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELAYANAN
KEBAHASAAN DAN KESASTRAAN

3.1 Kebijakan Umum
    Dasar yang digunakan sebagai landasan kerja Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah adalah menginduk pada Pusat Bahasa, Departemen Pen¬didikan Nasional, yaitu:
a.    Pancasila,
b.    Undang-Undang Dasar 1945 (Bab XV, Pasal 36),
c.    Undang-Undang Nomor 20 tahun 1989, tentang Sistem Pendidikan Nasional,
d.    Intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 20, tanggal 28 Oktober 1991, tentang Pemasyarakatan Bahasa Indonesia dalam Rangka Pemantapan Persatuan dan Kesatuan Bangsa,
e.    Instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 1/U/1992, tentang Peningkatan Usaha Pemasyarakatan Bahasa Indonesia dalam Memperkukuh Persatuan dan Kesatuan Bangsa,
f.    Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 434/102/26 Tahun 1995 tanggal 28 Oktober 1995,
g.    Pidato Presiden Republik Indonesia pada Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Tanggal 20 Mei 1995,
h.    Undang¬-Undang No. 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah,
i.    Rumusan Seminar Politik Bahasa Nasional (November 1999),
j.    Hasil Rapat Koordinasi Pemasyarakatan Bahasa Indonesia bulan Mei 2001 yang dihadiri oleh para Koordinator Pemasyarakatan Bahasa Indonesia, Wakil Pemerintah Provinsi, Ketua Bappeda, dan Komisi E DPRD seluruh Indonesia.
k.    Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 227/O/1999, tanggal 23 September Tahun 1999 tentang organisasi dan tata kerja Kantor Bahasa, dalam keputusan tersebut dibentuk Kantor Bahasa Palangkaraya, kemudian diubah dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 156/O/2003, tanggal 17 Oktober 2003, tentang perubahan Kantor Bahasa Palangkaraya menjadi Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah.
Arah kebijakan penelitian, pengembangan, pembinaan, dan pelayanan kebaha¬saan berkenaan dengan kedudukan bahasa (nasional, daerah, asing) dan fungsinya (keresmian, perhubungan luas, tujuan khusus, kependidikan, dan kebudayaan) adalah sebagai berikut.
Kebijakan yang menyangkut bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulisan, dipum¬punkan agar bahasa Indonesia—dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa kebangsaan, bahasa pemersatu, dan bahasa nasional—tumbuh menjadi bahasa canggih yang dapat memenuhi fungsinya sebagai sarana komunikasi nasional, bahkan mengarah ke regional dan internasional, unsur sarana pengembangan kebudayaan nasio¬nal, sara¬na pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi canggih, lebih beradab dan bermartabat sebagai sarana untuk mewariskan tata nilai budaya nasional kepada generasi pelapis, serta menjadi tuan di negeri sendiri.
Kebijakan yang menyangkut bahasa Daerah, baik lisan maupun tulisan, diarahkan agar bahasa daerah tumbuh dan berkembang serasi dengan bahasa Indonesia. Sebagai unsur kebudayaan yang hidup dan mempunyai peranan tersendiri dalam masyarakat etnis, bahasa Daerah dapat menjadi sumber pemekaran kosakata bahasa Indonesia, atau sebaliknya, bahasa Indonesia pun dapat menjadi sumber pemekaran kosakata bahasa Daerah sehingga mampu menambah perbendaharaan kosakata bahasa masing-masing. Lebih dari 22 bahasa Daerah yang hidup dan dipelihara oleh masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah ini terus diupayakan agar tidak punah, dan tetap menjadi pilar kebu¬dayaan nasional bangsa Indonesia.
Kebijakan yang menyangkut bahasa asing diarahkan agar pengem¬bangan dan pembinaan bahasa asing—sebagai sarana memasuki pergaualan antar¬bangsa di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, agama, kebudayaan, ekonomi, diplomasi, dan politik—berkembang tanpa menimbulkan dampak negatif terha¬dap pertumbuhan dan perkem¬bangan bahasa Indonesia.  
Arah kebijakan penelitian, pengembangan, pembinaan, dan pelayanan sastra adalah hal-hal yang berkenaan dengan jaringan masalah yang muncul dari insan sastra (sastrawan, penikmat sastra, pakar sastra) dan karya sastra (Indo¬nesia, daerah, dan [pengaruh] asing).
Upaya penelitian dan pengembangan sastra dilaksanakan dengan melakukan penelitian sastra dari berbagai aspeknya dan bertujuan untuk mencari akar masalah yang menjadi penyebab sepinya aktivitas sastra di Kalimantan Tengah, dipinggirkan atau dinomorduakannya pembelajaran apre¬siasi sastra sehingga tidak menyenangkan, serta memecahkan masalah untuk pengembangannya. Hasil-hasil penelitian sastra itu kemu¬dian dipubli¬kasikan ke berbagai media massa cetak dan elektronik untuk dikon¬sumsi oleh masyarakat luas, para peminat sastra, sastrawan, dan pakar sastra (Indonesia dan Daerah), serta diseminarkannya dengan guru-guru yang tergabung dalam MGMP Bahasa Indo¬nesia SMK, SLTA, dan SLTP. Dengan cara seperti itu, para insan sastra dan masyarakat luas dapat mengetahui makna pentingnya karya sastra dan sastrawan dapat lebih meningkatkan wawasan. Pada gilirannya, hasil peneliian itu dapat digunakan seba¬gai bahan penulisan buku teori, kritik, dan sejarah sastra di Indonesia. Di samping itu, perlu pula dilakukan inven¬tarisasi, perekaman, pentranskripan, dan penerjemahan sas¬tra lisan/daerah untuk kemudian diterbitkan dan disebarluaskan. Tidak kalah penting¬nya untuk memperkenalkan kekayaan sastra dan sastrawan di Kalimantan Tengah dengan menyusun ensiklopedia sastra dan profil sastrawan Kalimantan Tengah.
Upaya pembinaan dan pelayanan informasi kesastraan bertujuan men¬ciptakan masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah apresiatif dengan jalan mela¬kukan penyuluhan, peningkatan mutu sastrawan dan karya sastra, penilaian karya sastra, bengkel sastra, pelatihan penulisan kreatif, sayembara, lomba, festival, pekan sastra, memfasilitasi ke¬giatan kesastraan, dan penghargaan hadiah sastra. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai jaringan kerja, antara lain, sastrawan, guru, siswa, mahasiswa, pakar sastra, dosen, media massa, dan komunitas sastra serta menjalin hubungan kerja sama dengan lembaga atau badan yang relevan.

3.2 Pelaksanaan Tugas
    Saya pertama kali datang ke Palangkaraya pada hari Jumat, 29 Sep¬tember 2006, untuk memulai pelaksanaan tugas di Balai Provinsi Kalimantan Tengah. Perkenalan medan kerja dan mempelajari masalahnya di Balai Bahasa Kalteng ini cukup memakan waktu lama. Serah terima jabatan baru dapat dilaksanakan pada hari Sabtu, 4 November 2006, karena terkendala bencana kabut asap, dan serah terima barang-barang inventaris kantor dan sisa anggaran pada hari Senin, 20 November 2006.
    Penelitian, pengembangan, pembinaan, dan pelayanan kebahasaan dan kesas¬traan di Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah digiatkan melalui ber¬bagai usaha sebagai berikut.

3.2.1 Penelitian Kebahasaan dan Kesastraan
    Penelitian kebahasaan, kesastraan, dan pengajarannya tahun 2006—2008 yang dilakukan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah sebagai berikut.
(1)    Upaya Memetakan Bahasa-Bahasa di Kabupaten Kapuas
(2)    Distribusi Variasi Dialektal Bahasa Katingan di Kalimantan Tengah
(3)    Sistem Sapaan Bahasa Maanyan di Kabupaten Barito Timur
(4)    Khazanah Metafora pada Perkembangan Kosakata Bahasa Indonesia Laras Olahraga di Media Massa Nasional
(5)    Analisis Penggunaan Kata Asing dalam Naskah Berita di Stasiun RRI Palangkaraya
(6)    Kondisi Pemakaian Bahasa Indonesia pada Papan Nama Instansi Pemerintah di Palangkaraya
(7)    Pemetaan dan Kekerabatan Bahasa-bahasa Daerah di Kalimantan Tengah
(8)    Keterbacaan Tes Buatan Guru Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia pada UAS Semester Ganjil Kelas X—XII SLTA Tahun Ajaran 2006/2007 di Kota Palangkaraya
(9)    Keefektifan Pemakaian Kata Pinjaman Asing pada Buku Teks Pelajaran Bahasa Indonesia
(10)    Pola Watak, Sifat, dan Perilaku Masyarakat Dayak Maanyan: Cermin Atas Ungkapan Tradisional Dayak Maanyan
(11)    Bahasa gaul sebagai Bentuk Perwujudan atau Eksistensi Bahasa Pergaulan di Kalangan Remaja Kalimantan Tengah
(12)    Bentuk dan Makna Idiom Bahasa Dayak Ngaju
(13)    Analisis Kumpulan Cerpen Karya A.A. Navis dari Segi Struktur dan Tema Religius
(14)    Analisis Nilai Budaya dan Citra Manusia dalam Sastra Lisan Dayak Ngaju
(15)    Identitas Kalimantan dalam Kumpulan Puisi HABSU
(16)    Citra Perempuan dalam Masyrakat Dayak Ngaju: Cerminan Atas Sastra Lisan sebagai Produk Budaya
(17)    Struktur dan Klasifikasi Cerita Rakyat Daerah Kalimantan Tengah di Kabupaten Kotawaringin Timur
(18)    Analisis Struktur dan Nilai Budaya dalam Legenda Lanting Mihing
(19)    Analisis Kemampuan Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dalam Pengembangan Silabus Berdasarkan KBK 2004 di SMA Negeri 1 Pahandut
(20)    Sikap dan Keadaan Pemakaian Bahasa dalam Proses Belajar Mengajar di Lingkungan SMP Katolik Santa Paulus Palangkaraya
(21)    Tema, Tokoh, dan Penokohan dalam Cerpen Pilihan Kompas 2005—2006.
(22)    Pengajaran BIPA Melalui Kajian Budaya
(23)    Resepsi Sastra Novel Remaja Tahun 2000-an
(24)    UKBI Sebagai Sarana Peningkatan Mutu Berbahasa Indonesia dalam Dunia Pendidikan
(25)    Interferensi dan Integrasi Bahasa Indonesia Terhadap Perkem¬bangan Kosakata Bahasa Dayak Ngaju

3.2.2 Pengembangan Kebahasan dan Kesastraan
    Pengembangan kebahasaan dan kesastraan yang dilakukan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2006—2008 sebagai berikut.
(1)    Pengadaan buku-buku perpustakaan, terutama buku-buku keba¬hasaan dan kesastraan serta pengajarannya sebanyak 125 judul buku (129 eksemplar) tahun anggaran 2007, dan 272 judul buku (282 eksemplar) tahun anggaran 2008. Selain itu, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah juga menerima kiriman buku-buku dan majalah terbitan Balai Bahasa/Kantor Bahasa seluruh Indonesia, Universitas Nasional Jakarta (majalah Sawo Manila), Universitas Sanata Dharma Yogya¬karta (majalah kebuda¬yaan Sintesis), Dewan Kesenian Jakarta (buku pemenang sayembara Esai Sastra 2007), dan juga kiriman buku-buku terbitan Pusat Bahasa, Depar¬temen Pendidikan Nasional, Jakarta.
(2)    Berlangganan media massa cetak untuk keperluan informasi, pe¬nyebar luas¬an informasi kebahasaan dan kesastraan, pengumpulan data kebahasaan dan kesastraan, dilakukan penambahan jumlah langganan, dari 2 koran sebelumnya menjadi 4 koran, yaitui 1) Kompas, 2) Kalteng Pos, 3) Dayak Pos, dan 4) Palangka Pos. Kadang-kadang pembelian secara bebas Banjarmasin Pos, Borneo News, Radar Banjarmasin, dan koran nasional Pelita.
(3)    Pengembangan jaringan teknologi informasi komunikasi internet, bekerja sama dengan Neonet Palangkaraya (Juli—November 2007), telkomnet instan (Januari--Maret 2008), dan Jardiknas (Februari 2008 hingga kini), terutama untuk pengembangan informasi keba¬hasaan dan kesastraan serta pengajar¬annya dengan meluncurkan laman/situs Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, dengan alamat: www.balaibahasaprovinsikalteng.org pada awal bulan Mei 2008.
(4)    Inventarisasi dan Pengembangan Kosakata/Istilah Bahasa Daerah.Telah diin¬ventarisasi sebanyak lebih dari 500 kosakata dalam bahasa daerah (bahasa Dayak) serta diusulkan ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia menjadi kosakata bahasa Indonesia.
(5)    Inventarisasi dan Penyusunan Tradisi Lisan/Sketsa Sastra Daerah Kali¬mantan Tengah. Telah tersusun sebanyak 39 naskah cerita tradisi lisan dari 13 kabupaten dan 1 kota di Kalimantan Tengah, terdiri atas 3 buah mite, 13 dongeng, dan 23 legenda.
(6)    Penyusunan Kamus Dwibahasa Dayak Ngaju—Indonesia, Edisi kedua. Telah tersusun sebanyak 2.887 lema dan sublema. Tahun 2008 menyusun Kamus Dayak Manyan—Indonesia, tersusun 1.000 entri.
(7)    Penyusunan Ensiklopedia Sastra Indonesia dan Daerah Kalimantan Tengah. Telah tersusun sebanyak 100 lema yang meliputi lema pengarang, karya sastra, mazhab dan istilah, media penyebaran dan penerbitan, lembaga, wadah, dan komunitas sastra, hadiah dan sayembara, penerjemah dan terje¬mahannya, serta tema, motif, dan mitos sastra.
(8)    Penyusunan dan Penerbitan Profil Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, cetak dan multimedia dalam cakram padat.
(9)    Penyusunan dan Penerbitan Jurnal Ilmiah Kebahasaan, Kesastraan, dan Pengajarannya, Suar Betang (4 Nomor, Nomor pertama memuat 6 artikel, Nomor kedua memuat 7 artikel, Nomor ketiga memuat 8 artikel, dan Nomor keempat memuat 10 artikel, nomor kelima se¬dang dipersiapkan menuju jur¬nal ilmiah terakreditasi).
(10)    Penyusunan Antologi Bunga Rampai Penelitian Kebahasaan dan Ke¬sastraan (Tersusun 6 naskah penelitian kebahasaan dan kesastraan)
(11)    Penyebarluasan Hasil Penelitiaan Kebahasaan dan Kesastraan
(12)    Pengelolaan Perpustakaan, pembuatan Katalog, Kliping Bahasa dan Sastra
(13)    Penyebaran informasi kebahasaan dan kesastraan melalui internet, media massa cetak, dan pengiriman jurnal ilmiah kebahasaan dan kesastraan.

3.2.3 Pembinaan Kebahasaan dan Kesastraan
    Pembinaan kebahasaan dan Kesastraan yang dilakukan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dari akhir 2006 hingga akhir 2008 sebagai berikut.
(1)     Bulan Bahasa dan Sastra: 1) Tahun 2006 dengan berbagai lomba, diadakan di Palangkaraya (November 2006), 2) Tahun 2007 dengan berbagai lomba dan sayembara diadakan di Palangkaraya (Agustus 2007), dan 3) Tahun 2008 di SMA Negeri 1 Tamianglayang, Barito Timur, dengan berbagai lomba dan penyuluhan bahasa surat dinas  dan bahasa karya tulis ilmiah.
(2)     Kampanye Pengutamaan Bahasa Indonesia, diselenggarakan dua kali pada Jumat, 29 Desember 2006, dan Jumat, 5 Januari 2007, dengan turun di jalan-jalan membagian rekatan (stiker), setangkai bunga, cakram padat (VCD) fakta kebahsaan, pemasangan spanduk (10 buah) dan pemasangan papan imbauan di delapan titik jalan utama. Kegiatan ini diliput media massa cetak (Kalteng Pos, Dayak Pos, Palangka Pos, Banjarmasin Pos, Pelita) dan media massa elektronik (RRI Palangkaraya, TVRI Kalteng, Radio Elsinta Perwa¬kilan Palangkaraya, dan beberapa Televisi Nasional Perwakilan Kaliman¬tan Tengah).
(3)    Sosialisasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) dilaksanakan di LPMP Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, di Balai Bahasa Provinsi Kaliman¬tan Tengah dengan mendatangkan guru-guru dan karyawan, di Sampit, Kota¬waringin Timur, di Pangkalanbun, Kota¬waringin Barat, di SMK 1 Sukamara, dan di SMK Kristen Palangkaraya. UKBI diikuti oleh guru, siswa-siswa, SMK, SLTA, duta bahasa dan duta pariwisata, serta wartawan media massa.
(4)    Penyusunan bahan ajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) ten¬tang objek wisata dan budaya Kalimantan Tengah. Kemudian dilanjutkan dengan “Sosialisasi BIPA” dilakukan di Palangka¬raya, bekerja sama dengan FKIP Universitas Palangkaraya, dan di Pangkalanbun, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Kotawaringin Barat.
(5)    Pelatihan Penulisan Kreatif Sastra. Dalam pelatihan ini tahun 2007 dipumpun¬kan pada penulisan cerita anak, sistem paket 24 jam, diberikan oleh tiga narasumber, meliputi teori dan praktik, diikuti oleh 50 guru sekolah dasar dan sekolah menengah di Palangkaraya, April 2007, serta diliput dua kali oleh Dayak Pos. Sementara itu, tahun 2008 diadakan di dua kabupaten, yaitu di Tamianglayang dan di Buntok dengan pumpunan pada penulisan cerita pendek remaja, dengan tiga narasumber, 2 dari Kalteng dan seorang dari Kalsel, serta diikuti masing-masing 50 siswa.
(6)    Bengkel Sastra yang dipumpunkan pada kegiatan musikalisasi puisi bagi siswa SLTP, SMU, dan SMK. Tahun 2007 diadakan di Sampit, Kotawaringin Timur, dengan mendatang¬kan pembengkel dari Jakarta dan Kota Palangka¬raya. Sementara itu, tahun 2008 diadakan di Buntok, Kabupaten Barito Selatan. Masing-masing diikuti oleh 50 siswa. Tahun 2007 hasil dari bengkel sastra ini dalam lomba musikalisasi tingkat provinsi menjadi juara pertama, dan mereka dikirim ke Jakarta untuk mengikuti kegiatan serupa tingkat nasional.
(7)    Siaran Bahasa Indonesia di RRI Palangkaraya, rutin diadakan setiap satu minggu sekali, sejak dari akhir Desember 2006 hingga seka¬rang, disiarkan setiap Jumat, pukul 16.00—16.30 WIB, dan kini berubah setiap hari Kamis, pukul 08.00—08.30. Sesekali diadakan siaran langsung. Bahkan dari pihak RRI Palangkaraya meminta siaran pembinaan Bahasa Daerah (Dayak Ngaju) dan Bahasa Inggris. Kedua permintaan RRI itu belum dapat dilayani karena keterbatasan tenaga dan dana Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah.
(8)    Penyuluhan Bahasa Indonesia bagi Pegawai Pemerintah, tata usaha, dan guru nonbahasa. Tahun 2007 diadakan di Sampit, Kabupaten  Kotawaringin Timur, dengan mendatangkan penyuluh dari Pusat Bahasa dan dari kota Palangkaraya, diikuti oleh 50 peserta. Ke¬giatan ini diliputi oleh Radar Sampit dan Kalteng Pos. Bahkan, pihak pemda Kotawa¬ringin Timur meminta lagi sebanyak tiga kali khusus untuk bahasa tata dinas dan surat-menyurat dinas. Sementara itu, tahun 2008 penyuluhan diadakan di dua kota, yaitu Pangkal¬an¬bun, Kotawaringin Barat, dan Muara Teweh, Barito Utara, masing-masing diikuti 50 peserta.
(9)    Seminar Laras Bahasa Jurnalistik yang juga merupakan wujud Sosialisasi Gerakan Cinta Bahasa Indonesia. Kegaiatan ini terlaksana berkat kerja sama Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dengan PWI Cabang Kalteng, FBMM Cabang Kalteng, Pemerintah Provinsi yang diwakili oleh Dinas Pendi¬dikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Tengah. Seminar ini diadakan pada hari Senin, 10 September 2007, dengan menam¬pilkan empat pembi¬ca¬ra, yaitu Ketua FBMM Pusat (TD Asmadi), Kepala Pusat Bahasa, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan (Drs. Mustakim, M.Hum.), Kepala Dinas Pen¬didikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Tengah (Drs. Hardy Rampay, M.Si.), serta pakar kebahasaan dari Universitas Palangka¬raya (Dr. Petrus Poerwadi, M.S.), diikuti peserta sebanyak 350 orang bertempat di Aula Kantor Dinas Pendidikan Provinsi. Kegiatan ini diliput oleh (yang termonitor oleh saya) Kalteng Pos, Dayak Pos, Palangka Pos, Pelita, RRI Palangkaraya, TVRI Kalteng, dan Borneo TV. Sore harinya, Senin, 10 Septembar 2007, pukul 18.30—19.00, diada¬kan siaran langsung di TVRI Kalteng, Rubrik Wacana, dengan dua narasumber Ketua FBMM Pusat (TD Asmadi) dan Ketua FBMM Kalteng (H.M. Wahyudie F. Dirun, SP.) dengan tema Bahasa Media Massa yang Patriotik dan Mendidik. Sementara itu, tahun 2008 diadakan Seminar Bahasa Media Massa, diadakan di Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, 9 Juni 2008, dengan empat pembicara, yaitu 1) Dr. Dendy Sugono, Kepala Pusat Bahasa, 2) TD Asmadi, Ketua FBMM Pusat, 3) Drs. Lukman Hakim Siregar, Universitas Palangkaraya, dan 4) Drs. Pardi, M.Hum, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur. Sore harinya diadakan temu media massa antara Kepala Pusat Bahasa dengan para wartawan di Kalteng Pos, serta wawancara di TVRI Kalteng dengan narasumber Ketua FBMM Pusat. Kegiat¬an seminar ini mengusung tema “Peran Media Massa dalam Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia”.
(10)     Sosialisasi Rancangan Undang-undang Kebahasaan (RUU Kebaha¬saan) diadakan di Ruang Pertemuan Hotel Dandang Tingang, 22 November 2007, dibuka oleh Asisten II Gubernur Kalimantan Tengah, Titik Sundari, S.H., di¬ikuti oleh berbagai unsur dan tokoh masyarakat Kalimantan Tengah, seba¬nyak 60 orang. Kegiatan ini diliput oleh Kalteng Pos, Dayak Pos, Pelita, dan TVRI Kalteng. Pada hari Jumat sore, 23 November 2007, pukul 18.30—19.00, diadakan dialog masalah RUU Kebahasaan itu dalam rubrik OPINI, dipandu oleh Drs. Lukman Hakim Siregar, dengan narasumber Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dan Ketua FBMM Kalteng/Ketua PWI Kalteng/ Pemred Kalteng Pos, dengan tema Undang-Undang Kebahasaan Setengah Jadi.
(11)    Bulan Bahasa dan Sastra 2007, dengan tema Menumbuhkan Minat Baca Masyarakat dalam Rangka Menyongsong Tahun Bahasa 2008. Kegiatan ini diisi dengan: (a) Lomba Baca Puisi Guru SD, (b) Lomba Musikalisasi Puisi Siswa SLTA, (c) Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, (d) Sayembara Cerita Pendek Remaja, (e) Sa¬yembara Menulis Surat untuk Gubernur, dan (f) Lomba Mendo¬ngeng Siswa SD. Pemenang pertama Lomba Baca Puisi Guru SD (satu orang guru), Lomba Musikalisasi Puisi siswa SLTA (10 orang dengan pembimbing), dan Duta Bahasa (satu pasang, dua orang) dikirim ke Jakarta untuk mengikuti kegiatan serupa tingkat nasional di Pusat Bahasa. Sepuluh naskah nominasi cerita pendek remaja juga dikirim ke Jakarta, ke Pusat Bahasa, untuk mengikuti kegiatan serupa tingkat nasional. Hasilnya, hanya satu orang guru, Saudara Suryo Sulistyo, yang masuk sepuluh besar Lomba Baca Puisi Guru SD tingkat nasional. Selain itu, masih dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra 2007, Balai Bahasa Provinsi Kali¬mantan Tengah juga mengirimkan kegiatan tingkat nasional ke Jakarta: (g) Pemeringkatan Media Massa Tingkat Nasional, di Jakarta, yang diwakili oleh Kalteng Pos dan Dayak Pos, dan (h) Adibahasa, yaitu penggunaan bahasa di ruang publik (papan nama, kain rentang), bahasa tata dinas pemerintah provinsi (surat dinas, dokumen perjanjian, peraturan daerah), dan pembi¬naan kebahasaan dan kesastraan di masyarakat Kali¬mantan Tengah. Hasil¬nya, Kalteng Pos peringkat 6 kategori B (dua rubrik), Dayak Pos kategori A (tiga rubrik), dan Peringkat Pertama Adibahasa dari 33 provinsi.
(12)    Penggemaan Gerakan Cinta Bahasa Indonesia di media massa cetak dan elektronik, yakni berupa penulisan artikel dan berita-berita tentang kebaha¬saan dan kesastraan di media massa. Staf Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah yang sudah menulis artikel di media massa, antara lain, Basori, Ai Kurniati, Darmawati M.R., Ary Setyorini, Kambang, dan Muston N.M. Sitohang, yang lainnya mudah-mudahan dapat segera menyusul. Di luar staf Balai Bahasa, masyarakat umum, yang sering menulis adalah Bapak Supardi, Bapak H. Makmur Anwar, dan Bapak Muhammad Alimulhuda. Ada beberapa kali wawancara untuk disiarkan di Borneo TV (dalam rangka Ulang Tahun Provinsi Kalimantan Tengah yang ke-50, pemberangkatan Duta Bahasa Kal¬teng ke Jakarta, dan Berita Borneo TV), TVRI Kalteng (berita KATAM¬BUNG, rubrik Wacana, dan OPINI), RRI Palangkaraya (berita Isen Mulang, siaran Bahasa Indonesia mingguan), Antara News dengan Kantor Berita Antara Perwakilan Palangkaraya, Dayak Pos, Kompas, Banjarmasin Pos, Pelita, Jurnal Nasional, Rakyat Merdeka Nusantara, Banjarmasin Pos On Line, Kalteng Pos On Line, dan Kompas Cyber Media. Dalam usaha penggemaan Gerakan Cinta Bahasa Indonesia ini kami pernah didatangi oleh 15 mahasiswa yang terga¬bung dalam Himpunan Mahasiswa Bahasa Asing untuk meminta penjelasan (klarifikasi) tentang visi, misi, dan tujuan GCBI tersebut.
(13)    Mendorong hingga terbentuknya Forum Bahasa Media Massa (FBMM) Ca¬bang Kalimantan Tengah, tersusun kepengurusan dan dilantih oleh Ketua Pusat FBMM, TD Asmadi, pada hari Senin, 10 September 2007.
(14)    Mendorong mengaktifkan kembali kepengurusan dan aktivitas Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, hingga masa akhir jabatan saya ini belum terealisasi.
(15)    Memfasilitasi dan membangkit kembali komunitas sastrawan Kalimantan Tengah yang terwadahi dalam Ikatan Sastrawan Indonesia (ISASI), untuk menghadapi Dialog Borneo-Kalimantan di Samarinda, 2009 yang diprakar¬sai oleh Korrie Layun Rampan. Pak Abdul Fatah Nahan telah mengumpulkan ratusan puisi para penyair Kalteng yang tersusun dalam Tingang Ngande¬rang (Sebuah Antologi Puisi).
(16)    Mengirimkan tenaga kebahasaan dan kesastraan (beberapa staf Balai Baha¬sa Provinsi Kalimantan Tengah, Guru Bahasa Indonesia yang terwadahi dalam MGMP Bahasa Indonesia SMK, SLTA, dan SLTP, Ketua Jurusan Bahasa Inggris, Ketua Jurusan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Palangkaraya, Ma¬hasis¬wa Jurusan FKIP Universitas Palangkaraya, Duta Bahasa Provinsi Kali¬man¬¬tan Tengah, Sastrawan, dan Guru SD) serta beberapa orang tenaga non bahasa dan sastra (Kepala Humas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Ketua KNPI Kota Palangkaraya, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Palangkaraya, Guru Nonbahasa, dan wartawan Dayak Pos) ke kegiatan kebahasaan dan kesastraan di Jakarta, Bogor, Batam, Bandung, Denpasar-Bali, Samarinda, Banjarmasin, Surabaya, Malang, Makassar, dan Brunei Darussalam.
(17)    Diskusi Mingguan, bagi staf Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, ten¬tang masalah penelitian, pengembangan, pembinaan, dan pela¬yanan keba¬ha¬saan dan kesastraan. Sayang, kegiatan yang sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan ini hanya berjalan 4 bulan (Febru¬ari—Mei 2007). Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain dapat dihidup¬kan kembali sehingga dapat memacu kreativitas staf.
(18)    Diskusi Bulanan Forum Bahasa Media Massa, dengan topik “Singkatan dan Akronim yang Merajalela Dapat Merusak Bahasa Indonesia”, dilaksanakan di Forum Kalteng Pos, disiarkan secara langsung oleh Radio Kalteng Pos FM, pukul 09.00—10.30 WIB, pada hari Sabtu, tanggal 16 Februari 2008, diikuti oleh anggota FBMM dan beberapa media lokal dan nasional. Diskusi kedua diadakan di RRI Palangkaraya, hari Sabtu, 19 April 2008, dengan topik “Pembentukan Kata”, disiarkan langsung oleh RRI Palangkaraya pukul 08.00—10.00, diliput juga Kompas dan Banjarmasin Pos. Sayang diskusi bulanan FBMM ini belum dapat dilanjutkan lagi karena urusan PILKADA dan caleg-mencaleg atau kesibukan yang lainnya.
(19)    Seminar Pembelajaran Sastra yang Menyenangkan dan Inovatif, diadakan oleh MGMP Bahasa Indonesia SMK Kota Palangkaraya, diikuti 350 peserta, di Aula SMKN-3 Palangkaraya, Sabtu, 16 Februari 2008, pukul 13.00—17.00 WIB, pembicara tunggal Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah.
(20)    Seminar Nasional Bahasa Dayak di Palangkaraya pada tanggal 10 Juni 2008 dengan menghadirkan pembicara Drs. Hardy Rampay, M.Si., Dr. Arnosianto M. Mage, M.A., Dr. Petrus Poerwadi, M.S., dan Drs. Yohanes Kalamper. Hasil seminar ini merekomendasikan untuk diadakan Kongres Bahasa Dayak secara internasional di Palangka¬raya pada tahun 2009 atau 2010 yang diselenggarakan oleh Peme¬rintah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah.
(21)    Untuk penyegaran Bahasa Indonesia para pejabat di lingkungan pemerintah provinsi dan kabupaten, dimulai dari pejabat eselon IV dan III, dan pema¬sya¬rakatan Bahasa Indonesia untuk pelaku pem¬buat reklame, papan nama, spanduk, baliho, dan media ruang publik, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah telah merencana¬kan kegiatan ini dengan Biro Kesra Pemda Provinsi Kalteng yang diwakili oleh Kepala Bagian Bina Sosial Pemda Prov. Kalteng pada tanggal 16—17 Juli 2008 di Jakarta, mudah-mudahan sudah masuk APBD 2009 sehingga dapat direalisasi pada tahun 2009.
(22)    Dialog Sastra bersama sastrawan sufistik Danarto, di Kualakapuas, 19 Maret 2008 dan di Palangkaraya, 20 Maret 2008, yang diikuti masing-masing lebih dari 100 orang peminat sastra, diliput oleh berbagai media massa lokal dan nasional.
(23)    Bedah buku kumpulan cerpen Perempuan yang Memburu Hujan karya sastrawan asal Kualapembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Sandi Firly, pada tanggal 7 Mei 2008, bekerja sama dengan MGMP SMK Kota Palangkaraya dan FKIP Universitas Palangkaraya, diikuti lebih dari 250 pe¬serta yang dilanjutkan debat seru dengan para peserta bedah buku.
(24)    Ikut juga memeriahkan Seminar Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kesastraan yang diselenggarakan oleh FKIP Universitas Palangka¬raya, dalam meme¬riah¬kan hari Chairil Anwar, 28 April 2008, yang diikuti peserta lebih dari 450 orang, dengan pembicara Drs. Puji Santosa, M.Hum., dan Dr. Petrus Poer¬wadi, M.S., serta moderator Drs. Lukman Hakim Siregar.
(25)    Temu Sastra Majelis Sastera Asia Tenggara bersama sastrawan nasional Hamsad Rangkuti, Senin, 14 Juli 2008, di Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam temu sastra ini juga kami hadirkan sastrawan karungut dari Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kurnia Untel. Kegiatan ini diikuti lebih dari 250 orang dan diliput oleh berbagai media massa lokal dan nasional. Hasil temu sastra ini menjadi perdebatan seru antara F. Rahardi dan Hamsad Rangkuti di harian nasional Kompas.
(26)    Sayembara Penulisan Cerita Rakyat Kalimantan Tengah Tahun 2008 bertu¬juan menggali potensi budaya nilai-nilai kearifan lokal (lokal genius) Kali¬mantan Tengah. Kegiatan ini hanya diikuti 18 peserta dengan Juri Abdul Fatah Nahan (penulis cerita rakyat), Dr. Petrus Poerwadi, M.S. (pakar cerita rakyat Kalimantan Tengah), dan Dra. Nani Setiawati, M.Si. (penulis nasional cerita rakyat Kalteng). Sepuluh nominasi lomba ini dikirimkan ke Jakarta untuk mengikuti kegiatan sejenis pada tingkat nasional, dan Drs. Makmur Anwar tampil sebagai juara harapan ketiga tingkat nasional.
(27)    Sayembara Cipta Cerpen Remaja Se-Kalimantan Tengah tahun 2008 ber¬tujuan menggali potensi kreatif remaja dalam menyalurkan bakat dan pres¬tasinya dibidang kebahasaan dan kesastraan. Kegiatan ini diikuti oleh 38 peserta dengan juri Drs. Supardi, Elsy Suarni, S.Pd., dan Pahit S. Narattama, S.Hut., memutuskan sepuluh nominasi cerpen remaja terbaik se-Kalimantan Tengah. Kesepuluh cerpen tersebut diikutkan kegiatan yang sama di tingkat nasional, yakni dikirim ke Jakarta mengikuti sayembara sejenis.
(28)    Lomba Baca Puisi Guru SD diadakan di Aula Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah pada tanggal 12—13 Agustus 2008, diikuti oleh 35 orang peserta. Dewan Juri diketuai oleh Drs. Makmur Anwar M.H. dengan anggota Elsy Suarni, S.Pd., dan Suyitno B.T. Seluruh peserta lomba baca puisi guru SD ini juga dibekali pengetahuan tentang penulisan esai pengajaran bahasa dan sastra untuk mengikuti lomba  penulisan esai di Jakarta dan penulisan puisi siswa SD oleh Kepala Balai Bahasa Kalteng.
(29)    Lomba Musikalisasi Puisi Siswa SLTP dan SLTA diadakan pada tanggal 19—20 Agustus 2008, diikuti oleh 13 kelompok musikal¬isasi. Dewan Juri diketuai oleh Dafi Fajar Rahardjo, S.Sn., dengan anggota Agung Catur Prabowo, M.Hut., dan M. Alimulhuda memilih kelompok “Zukatair” SMAN 2 Pahandut memenangkan hadiah Pertama. Pemenang Pertama Lomba Musikalisasi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah ini berhak menjadi duta Kalimantan Tengah dan dikirim ke tingkat nasional untuk mengikuti Festival Musikal¬isasi Puisi Tingkat Nasional pada tanggal 22—24 Oktober 2008 di Jakarta.
(30) Penghargaan Tokoh Kebahasaan dan Kesastraan diberikan kepada tokoh masyarakat Kalimantan Tengah yang berjasa terhadap pengem¬bangan dan pembinaan bahasa dan sastra di Kalimantan Tengah. Penghargaan ini sema¬ta-mata diberikan kepada tokoh berdasarkan: hasil karya kebahasaan dan kesastraan, kuantitas karya, kualitas karya, konsistensi dan komitmen dalam bidangnya, aktivitasnya dalam mengembangkan bahasa dan sastra, baik sastra Indonesia maupun sastra Daerah di Kalimantan Tengah, serta kharis¬ma yang dimiliki tokoh tersebut. Sebagai ucapan syukur dan rasa terima kasih Balai Bahasa Kalteng kepada tokoh yang turut serta membantu pembi¬naan dan pengembangan bahasa dan sastra di Kalimantan Tengah perlu diberi penghargaan ini. Tokoh penerimaan penghargaan dari Balai Bahasa Kalteng ini diminta memberikan orasi/pidato penerimaannya pada pembu¬kaan Puncak Acara Semarak Tahun Bahasa 2008 dalam Pekan Bahasa dan Sastra 2008 yang diadakan pada tanggal 27 Agustus 2008. Kedua tokoh yang berhak menerima penghargaan dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah ini adalah Prof. H.K.M.A.M. Usop, M.A. dan Drs. Makmur Anwar M.H.
(31)    Pekan Bahasa dan Sastra 2008 dalam rangka menyemarakkan Tahun Bahasa 2008. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Jalan Tingang Km 3,5, Palangkaraya, pada tanggal 27—28 Agustus 2008. Dalam Pekan Bahasa dan Sastra 2008 ini ditampilkan: (1) Orasi/pidato keba¬hasaan/kesastraan oleh dua tokoh penerima Penghargaan Kebahasaan dan Kesastraan 2008 dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, (2) Pemba¬caan Cerita Pendek Remaja hasil 10 nominasi Sayembara Cipta Cerpen Remaja 2008 Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, (3) Pembacaan Cerita Rakyat Kalimantan Tengah hasil pemenang Sayembara Penulisan Cerita Rakyat Kalimantan Tengah Tahun 2008, (4) Pentas Baca Puisi Guru SD hasil pemenang Lomba Baca Puisi Guru SD Tahun 2008, (5) Pentas Musikalisasi Puisi hasil pemenang Lomba Musikalisasi Puisi Siswa SLTP dan SLTA se-Kalimantan Tengah tahun 2008, dan (6) Pentas Teater dari Sanggar Teater Terapung pimpinan Saudara M. Alimul Huda dan Agung Catur Prabowo.
(32)    Lomba Pidato Mahasiswa, diadakan di Balai Bahasa Provinsi Kali¬mantan Tengah, 7 Oktober 2008, diikuti mahasiswa se-kota Palangkaraya, dengan tema “Peran Generasi Muda dalam Upaya Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Nasional dan Bahasa Negara”.
(33)    Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2008 dilaksanakan pada 20—25 Mei 2008, diikuti oleh seluruh kabupaten dan kota, hasilnya pemenang pertama dikirim ke Pusat Bahasa untuk mengikuti ajang Pemi¬lihan Duta Bahasa Tingkat Nasional, di Jakarta.
(34)    Pengiriman Kelompok Musikalisasi Puisi dari SMAN 1 Pahandut, Palangka¬raya, ke ajang Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional, di Jakarta, lumayan masuk final sepuluh besar.
(35)    Mengikuti Pameran Kebahasaan dan Kesastraan di arena Kongres IX Bahasa Indonesia di Jakarta, 28—1 November 2008.
(36)    Mengirimkan pemeringkatan media massa cetak ke tingkat nasional, ke Pusat Bahasa, Jakarta, terutama penilaian dari segi bahasanya, dari Kaliman¬tan Tengah diikuti surat kabar Kalteng Pos, Dayak Pos, dan Borneo News.
(37)    Mengirimkan data fakta kebahasaan di ruang-ruang publik, papan reklame, dan dokumen, serta surat-surat dinas pemerintahan ke kegiatan penilaian Adibahasa. Tahun 2007 Kalteng peringkat pertama, dan tahun 2008 Kalteng Peringkat 2 kategori C.
(38)    Pengiriman peserta lomba dan sayembara lain ke Pusat Bahasa dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra, baik tahun 2007 maupun 2008.

3.2.4    Pelayanan Kebahasaan dan Kesastraan

a. Konsultasi Kebahasaan
Masyarakat Kalimantan Tengah memanfaatkan jasa konsultasi kebahasaan dan kesastraan, baik Indonesia maupun daerah, yang dibuka oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah. Layanan konsultasi yang diberikan adalah konsultasi tentang penyusunan karya tulis (esai, puisi, cerpen, ilmiah), bahasa surat dinas, bahasa laporan, dan masalah kebahasaan lainnya. Konsultasi dapat dilakukan secara lisan atau tulisan, perorangan atau kelompok, baik melalui tatap muka, surat, faksimile, telepon, pos-el (e-mail), maupun kunjungan bersama. Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah juga memberikan sumbangan yang berupa buku-buku kebahasaan dan kesastraan kepada berbagai pihak, terutama buku dan jurnal kebahasaan dan kesastraan terbitan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dan Pusat Bahasa.

b. Perpustakaan
Perpustakaan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah mempunyai tidak kurang dari 2.000 judul pustaka yang mencakup buku-buku bidang kebahasaan dan kesastraan, kebudayaan, pendidikan, kamus-kamus bahasa dan bidang ilmu, serta hasil-hasil pene¬litian. Setiap tahun judul pustaka akan selalu ditingkatkan agar dapat mengakomodasi permintaan pengunjung.
Masyarakat umum dapat memanfaatkan koleksi pustaka tersebut dengan menjadi anggota perpustakaan. Perpustakaan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah buka setiap hari kerja pukul 07.00—16.00 WIB.

c. Penyuntingan
Untuk melayani masyarakat di bidang kebahasaan dan untuk memasya¬rakatkan bahasa Indonesia yang baik dan benar, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah mem¬buka pelayanan penyuntingan (editing) bahasa terkait dengan pemakaian bahasa Indo¬nesia dalam karya ilmiah (skripsi, tesis, disertasi dan karya ilmiah lainnya), laporan kerja instansi, dokumen perundang-undangan, pembuatan buku, brosur, lipatan (leaflet), dan lain-lain. Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah juga mengadakan kerjasama penyun¬tingan dengan pihak lain, baik pribadi maupun kelompok, dapat berupa naskah prace¬tak, naskah cerita, naskah pidato, buku, karya ilmiah, dan sebagainya. Penyuntingan ke¬bahasaan tersebut meliputi ejaan, pilihan kata, kalimat, wacana, dan tata letak penulisan, dengan tanpa mengubah isi dan sistematika naskah. Salah satu yang memanfaatkan jasa ini adalah Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Provinsi Kalimantan Tengah untuk buku panduan pariwisata dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris.
d. Publikasi dan Informasi
Beberapa hasil penelitian bahasa dan sastra yang dilakukan oleh tenaga peneliti Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah telah diterbitkan dalam bentuk buku dan bunga rampai atau antologi bersama. Terbitan buku dan bunga rampai kebahasaan dan kesastraan itu disebarluaskan ke masyarakat, walau dalam jumlah yang terbatas. Sudah terbit empat nomor jurnal ilmiah kebahasaan dan kesastraan, Suar Betang, serta telah pula diluncurkan laman Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dengan alamat www.balaibahasaprovinsikalteng.org

3.2.5    Pengelolaan Kantor dan Pembangunan Sarana/Prasarana
    Ketika saya datang, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, tidak memiliki Kepala Subbagian Tata Usaha, administrasi dan kearsipannya kacau, apalagi SABMN-nya, banyak yang tidak tercatat dan tidak ada petugasnya, serta tidak ada pembagian tugas yang jelas masing-masing tenaga admi¬nistrasi, hanya 2 tenaga keuangan saja yang jelas. Untuk keperluan itu, saya menugasi Dra. Suparmi untuk menjadi pelaksana tugas Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah untuk segera membenahi pengelolaan kantor. Tugas-tugas/pekerjaan yang dapat dikerjakan selama saya memimpin Balai ini adalah sebagai berikut.
(1)    Jam masuk kantor, ketika saya datang, enam hari kerja mengikuti jam kerja daerah, 37 jam kerja dalam seminggu. Keadaan ini berlangsung hingga awal Januari 2007. Setelah mendapatkan edaran dari Pusat Bahasa, sejak pertengahan Januari 2007 hingga sekarang, jam masuk dan pulang kantor mengikuti pusat, yaitu lima hari kerja, setiap harinya 8 jam kerja, atau 40 jam kerja dalam satu minggunya, masuk mulai pukul 07.00 WIB dan pulang pukul 16.00 WIB dengan istirahat 1 jam (untuk hari Senin sampai Kamis), sementara itu untuk hari Jumat, masuk pukul 07.00 WIB dan pulang pukul 16.30 WIB, dengan istirahat 90 menit.
(2)    Sejak akhir Desember 2006 setiap hari Jumat, pukul 07.00—08.00WIB diada¬kan senam kesegaran jasmani, serta dilanjutkan olah raga bola volly dan tenis meja hingga pukul 09.30 WIB. Keadaan ini sempat terhenti dari bulan Mei 2007 hingga awal Januari 2008 dikarenakan halaman dan kantor sedang dilaksanakan pembangunan sarana/pra¬sarana sehingga halaman penuh tim¬bunan material di sana sini. Mulai akhir Januari 2008 sudah mulai kegiatan lagi, yaitu berolah raga sepak/takraw, kadang kerja bakti membangun kebersamaan, bulu tangkis, dan tenis meja.
(3)    Pengarsipan dokumen dan surat-surat masuk dan surat keluar.
(4)    Penertiban disiplin pegawai, pembinaan pegawai, dan peningkatan mutu pegawai.
(5)    Ketatalaksanaan, melakukan kegaiatan terpadu antarurusan dalam pelaksa¬naan kegiatan operasional kantor.
(6)    Kerumahtanggaan, pendataan dan pelaporan iventaris kantor.
(7)    Pengadaan pakaian kerja sopir, pramuwisma, penjaga kantor, dan pesuruh.
(8)    Penyusunan Program Kerja Balai
(9)    Penyusunan Program Kerja Teknis
(10)    Pembuatan laporan Mingguan, dua Mingguan, bulanan, triwulanan, catur¬wulanan, semesteran, tahunan atau LAKIP.
(11)    Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi.
(12)    Pembinaan Administrasi Pengelolaan Keuangan.
(13)    Perbaikan Peralatan Kantor
(14)    Pengadaan Inventaris Kantor
(15)    Pengadaan Kendaraan Bermotor Roda Dua
(16)    Perawatan Kendaraan Bermotor Roda Dua
(17)    Perawatan Kendaraan Bermotor Roda Empat
(18)    Perawatan Sarana dan Prasarana Gedung/Kantor/Halaman, salah satunya adalah mengganti plapon dan keramik lantai dua gedung utama, meme¬lihara tanaman, dan kebersihan halaman.
(19)    Langganan Daya dan Jasa, berusaha menambah daya listrik, dan menambah dua saluran telepon sehingga dapat memilki faksimile dan internet sendiri.
(20)    Pembangunan Sarana dan Prasarana. Pembangunan sarana dan prasarana kantor ini meliputi: (1) pembangunan aula tahap dua, dua lantai, ukuran 16 x 25 meter2, (2) pembangunan ruang kerja baru, dua lantai, ukuran 8,5 x 12 meter2, (3) pembangunan rumah dinas kepala balai, ukuran 6 x 8,5 meter, (4) pembangunan pos jaga, ukuran 2,5 x 5,5 meter2, (5) pembangunan parkir mobil, ukuran 5 x 7,5 meter2, (6) pembangunan penambahan parkir motor, ukuran 2,5 x 10 meter2, (7) pembangunan dua buah menara air, ukuran 2 x 3 meter, (8) pembangunan dan perombakan ruang kepala, ruang tamu kepala, ruang kepegawaian, ruang bagian keuangan, dan ruang subbagian tata usaha, (9) pembangunan taman depan kantor utama dengan tiga buah air mancur, 12 tiang lampu hias taman, penanaman 24 pohon pinang, 10 pohon mangga, 1 pohon kenanga, 1 pohon kantil, 1 pohon sawo, 1 durian, 1 pohon rambutan, 1 pohon jeruk, beberapa pohon cemara, tan¬jung, dan tanaman hias lainnya, perapian halaman, pengaspalan, pempa¬ling¬blokan, pemlesteran, pembuatan lapangan bulu tangkis dan sepak takraw serta tenis meja, (10) pembangunan saluran air (parit) keliling pagar kantor berbentuk U, ukuran 0,50 x 174 meter2, (11) pembangunan saluran air (parit) depan kantor, ukuran 1,50 x 40 meter2, (12) pembangunan dua buah gorong-gorong dan jembatan masuk ke kantor, (13) pembangunan dua buah gerbang pintu masuk balai, dan (14) pembangunan taman depan pagar-depan balai.

3.2.6 Ketenagaan dan Peningkatan SDM
    Punggawa yang bekerja di Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah tercatat 36 pegawai negeri dan 7 tenaga honorer. Pegawai negeri laki-laki sebanyak 19 orang, perempuan 17 orang. Pegawai honorer laki-laki sebanyak 4 orang dan perempuan 3 orang. Pendidikan pegawai negeri di Balai Bahasa Kalteng adalah 1 orang S-2, 29 orang S-1, 3 orang Ahli Madya atau setingkat D-3, dan 3 orang berpendidikan SLTA. Kepangkatan Golongan III-C = 2 orang, III-B = 13 orang, III-A = 15 orang, II-D = 1 orang, II-C = 2 orang, II-B = 2 orang, dan II-A seorang. Selama 2006—2008 tidak ada formasi penerimaan pegawai negeri di Balai Bahasa, hanya mengangkat satu tenaga honorer menjadi PNS, dan menambah 2 tenaga honorer, satu tenaga untuk keamanan dan satu tenaga untuk kebersihan.
Dalam upaya meningkatkan kualitas para pembina dan peneliti keba¬hasaan dan kesastraan, setiap tahun, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah mengirimkan tenaga teknis dan administrasinya untuk mengikuti pelatihan-pelatihan kebahasaan, kesastraan, dan ketatausahaan, baik yang dilaksanakan oleh Pusat Bahasa maupun lembaga-lemba¬ga lainnya. Selain itu, tenaga teknis Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah juga dikirim untuk mengikuti kegiatan seminar, temu ilmiah, dan kongres bahasa dan sastra. Mulai tahun 2005 Balai Bahasa juga memprogramkan peningkatan mutu sumber daya manusia dengan mengirim stafnya secara bergantian untuk melanjutkan studi ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi, program S-2 ke berbagai perguruan tinggi. Sudah ada 8 orang tenaga teknis Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah yang sedang mengikuti studi S-2, yaitu: 1) Elisten Parulian Sigiro, S.S., di Program Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, Medan; 2) Elis Setiati, S.Pd., di Universitas Diponegoro, Semarang; 3) Noor Hadi, S.Pd., di Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta; 4) Ai Kurniati, S.S., di Universitas Padjadjaran, Bandung; 5) Rapl Hery Budhiono, S.Pd., di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 6) Titik Wijanarti, S.S., di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 7) Basori, S.S. di Universitas Padja¬djaran, Bandung, dan 8). Iwan Fauzi, S.Pd., setelah meng¬ikuti kursus Bahasa Inggris di Jakarta berangkat  studi ke Negeri Belanda, Eropa. Semen¬tara ini, Titik Wijanarti telah lulus ujian tesis S-2 pada hari Rabu, 12 November 2008. Untuk memenuhi syarat diangkat menjadi tenaga fungsional peneliti, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2008 ini juga mengirimkan 3 staf, yaitu 1) Andi Indah Yulianti, S.S., 2) Darmawati M.R., S.S., dan 3) Dwiani Septiana, S.S., mengikuti sertifikasi tenaga fungsional peneliti ke LIPI, Cibinong. Mereka berhasil lulus dengan nilai baik. Kegiatan pelatihan yang pernah diikuti oleh staf Balai Bahasa Kalteng, antara lain, penyuluhan, pengarsipan, SAI, SABMN, LAKIP, Kebendaharaan, pengadaan barang dan jasa, penyusunan ensiklopedia sastra, pengelolaan perpustakaan daring, pengelolaan UKBI daring, pembekalan, dan pengelolaan BIPA daring. Dua orang ahli madya pun kini tengah berusaha untuk melanjutkan pendidikan ke janjang S-1.

3.2.7 Kerja Sama
    Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah Tengah merintis kerja sama kebahasaan dan kesastraan di Kalimantan Tengah. Kegiatan kerja sama yang dilakukan sebagai berikut.
1.    MGMP Bahasa Indonesia SMK, SLTA, SLTP Kota Palangkaraya dalam menyeleng¬garakan kegiatan “Seminar Pembelajaran Sastra yang Menyenangkan dan Ino¬va¬tif”, dilaksanakan pada hari Sabtu, 16 Februari 2008, bertempat di SMK-3 Palang¬karaya, pukul 13.00—17.00 WIB, dengan pembicara tunggal Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, diikuti oleh guru-guru SD, SLTP, SLTA, Mahasiswa, dan sastrawan sebanyak 350 peserta.
2.    FBMM Kalimantan Tengah dalam pelaksanaan Diskusi Kebahasaan, dilaksanakan pada tanggal 16 Februari 2008 di Kalteng Pos, dan 19 April 2008 di RRI Palangka¬raya, diikuti oleh para wartawan dan anggota FBMM masing-masing sebanyak 75 peserta. Dengan FBMM Kalimantan Tengah juga bersama-sama menyelenggara¬kan dua kali seminar bahasa media massa, September 2007 dan Juni 2008.
3.    PWI Kalimantan Tengah dalam pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi 85 peserta Karya Latihan Wartawan (KLW) di, Hotel Wela, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, dilaksanakan pada tanggal 30 Maret 2008.
4.    Program Studi Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, FKIP Univer¬sitas Palangkaraya, dalam pelaksanaan “Seminar Penelitian Tin¬dakan Kelas (PTK) Kesastraan”, dilaksanakan di Aula Universitas Palangka¬raya, pada tanggal 28 April 2008, dengan pembicara Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Drs. Puji Santosa, M.Hum., dan Dr. Petrus Poerwadi, M.S., diikuti oleh guru TK, guru SD, guru SLTP/SLTA, sastrawan, mahasiswa, sebanyak 450 peserta.
5.    MGMP Bahasa Indonesia SMK Kota Palangkaraya dan FKIP Universitas Palangka¬raya dalam penyelenggaraan bedah buku kumpulan cerpen Perempuan yang Memburu Hujan karya Sandi Firly, dengan pembicara Sandi Firly, Darmawati M.R, Basori, Supardi, dan Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, dilaksana¬kan di Aula Universitas Palangka¬raya pada tanggal 7 Mei 2008 dengan diikuti peserta sebanyak 250 orang.
6.    FKIP Universitas Palangkaraya dalam pelaksanaan Sosialisasi BIPA, dilaksanakan pada tanggal 1 April 2008, diikuti 40 orang, di Aula UNPAR.
7.    Dinas Pariwisata, Seni, dan Budaya Provinsi Kalimantan Tengah dalam kegiatan Pemilihan Duta Bahasa dan Pembekalan kebahasaan dan tes UKBI bagi Duta Pariwisata Kalimantan Tengah tahun 2008, dilaksanakan pada tanggal 22—24 Mei 2008, diikuti oleh 13 kabupaten dan 1 kota. Selain itu, pada tahun 2007 juga dila¬kukan penyuntingan buku panduan wisata Kalimantan Tengah dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris.
8.    Ahli Teknologi Informasi dalam kegiatan pembuatan laman Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, kini telah memancar ke dunia maya dengan alamat http://www.balaibahasaprovinsikalteng.org
9.    Media Massa dan wartawan, seperti Dayak Pos, Kalteng Pos, Palangka Pos, Kompas, Banjarmasin Pos, Radar Banjarmasin, Borneo News, Pelita, TVRI Kalteng, Borneo TV, dan RRI Palangkaraya dalam rangka pembinaan bahasa nasional dan penyebarluasan informasi kebahasaan dan kesastraan di Kalimantan Tengah.
10.    Ikatan Sastrawan Indonesia (ISASI) Kalimantan Tengah dalam kegiatan Dialog Sastra bersama sastrawan nasional Danarto, dilaksanakan di Kapuas pada tanggal 19 Maret 2008 dan di Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Palangkaraya, pada tanggal 20 Maret 2008, serta mempersiapkan kegiatan Dialog Sastrawan Kalimantan Borneo di Samarinda tahun 2009 atas gagasan dan undangan Korrie Layun Rampan.
11.    Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah dalam upaya koordinasi program kerja, pelaporan, dan rencana pendirian Pusat Studi Bahasa Korea di Kalimantan Tengah.
12.    Dinas Pendidikan, Pengajaran, Olahraga dan Pemuda Kabupaten Kotawaringin Barat, Pangkalanbun, dalam kegiatan Penyuluhan Bahasa Indonesia, dilaksanakan di Pangkalan Bun, pada tanggal 26—29 Maret 2008, tes UKBI di SMK Negeri 1 Pangkalanbun pada tanggal 12 April 2008, dan Sosialisasi BIPA pada tanggal 25 Juni 2008.
13.    Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Barito Timur di Tamiang Layang dalam kegiatan Penulisan Kreatif Sastra, dilaksanakan di Tamiang Layang pada tanggal 2—5 April 2008, diikuti 50 siswa, serta Bulan Bahasa dan Sastra pada 8 November 2008.
14.    Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Barito Utara di Muara Teweh dalam kegiatan Penyuluhan Bahasa Indonesia, dilaksanakan di Muara Teweh, pada tanggal 12—15 Mei 2008, diikuti 50 peserta.
15.     Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Barito Selatan di Buntok dalam kegiatan Penulisan Kreatif Sastra, dilaksanakan di Buntok pada tanggal 13—15 Mei 2008, diikuti 50 siswa, serta kegiatan Bengkel Sastra pada 28—29 Juli 2008.
16.    Pengasuh Tebaran Sastra RRI Palangkaraya dalam penyelenggaraan “Tulis, Baca, Bahas Puisi” (TUBABA), dilaksanakan di Palangkaraya pada tanggal 26 Mei 2008.
17.    RRI Palangkaraya dalam rangka siaran Pembinaan Bahasa Indonesia.
18.    Universitas Palangkaryaya dalam rangka kebutuhan pakar bahasa dan sastra, seperti konsultan penelitian, mitra bestari jurnal ilmiah, penyu¬luhan, juri berbagai kegiatan lomba dan sayembara, serta kegiatan ilmiah lainnya.
19.    Balai Bahasa juga berusaha menjajaki dan menawarkan kerja sama kebahasaan dan kesastraan dengan pemerintah daerah kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah, antara lain yang sudah dijajaki, Kabupaten Seruyan, Kabuapten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Katingan, Kabupaten Barito Timur, Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Barito Utara, dan Kabupaten Murungraya. 
 
IV
RENCANA KINERJA TAHUN 2009
    Rencana dan Program kerja tahun 2009 Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah adalah sebagai berikut.

10.07.02     PROGRAM PENGEMBANGAN BUBAYA BACA DAN
        PEMBINAAN PERPUSTAKAAN
2450    PEMBINAAN BAHASA NASIONAL

    0009    PENGADAAN BUKU-BUKU PERPUSTAKAAN

    0051    PENYUSUNAN PROGRAM DAN RENCANA KERJA/TEKNIS/
        PROGRAM
    A)    PENYUSUNAN PROGRAM KERJA BALAI
    B)    PENYUSUNAN PROGRAM KERJA TENAGA TEKNIS
    C)    PENYUSUNAN LAPORAN AKUNTANBILITAS KINERJA PEMERINTAH

    0088    RAPAT-RAPAT KOORDINASI/KERJA/DINAS/PIMPINAN KELOMPOK
        KERJA/KONSULTASI

    0089    KERJA SAMA ANTARINSTANSI PEMERINTAH/SWASTA/
        LEMBAGA TERKAIT

    0103    PENYELENGGARAAN LOMBA, SAYEMBARA, DAN FESTIVAL
    A)    LOMBA MUSIKALISASI PUISI BAGI SISWA SLTP/SLTA
    B)    LOMBA BACA CERPEN BAGI GURU SLTP/SLTA
    C)    PEMILIHAN DUTA BAHASA TAHUN 2009
    D)    SAYEMBARA CIPTA CERPEN REMAJA
    E)    SAYEMBARA MENULIS PUISI BAGI SISWA SD

    0116    PEMBINAAN ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN KEUANGAN
    A)    PENGELOLAAN KEUANGAN

    0117    PERENCANAAN/IMPLEMENTASI/PENGELOLAAN SISTEM
        AKUNTANSI PEMERINTAH
    A)    SISTEM AKUNTANSI INSTANSI
    B)    MANAJEMEN DAN AKUNTANSI BARANG MILIK NEGARA
        (SIMAK BMN)

    2073    PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN BAHASA DAN SASTRA
    A)    INVENTARISASI/PENGEMBANGAN KOSAKATA/ISTILAH
        BAHASA DAERAH

    2074    PENGKAJIAN/PENELITIAN ASPEK KEBAHASAAN DAN KESASTRAAN
    A)    PENELITIAN-PENELITIAN ASPEK KEBHASAAN
    B)    PENELITIAN-PENELITIAN ASPEK KESASTRAAAN
    C)    PENELITIAN-PENELITIAN ASPEK PENGAJARAN BAHASA
DAN SASTRA
   
2075    PENYUSUNAN HASIL KODIFIKASI BAHASA DAN SASTRA
    A)    PENYUSUNAN DAN PENERBITAN JURNAL SUAR BETANG
    B)    PENYUSUNAN KATALOG, ABSTRAK, KLIPING BAHASA DAN SASTRA
    2076    PENYUSUNAN BUKU ACUAN DAN PEDOMAN KEBAHASAAN
        DAN KESASTRAAN
    A)    PENERBITAN HASIL PENELITIAN KEBAHASAAN DAN KESASTRAAN
    B)    PENYUSUNAN DAN PENERBITAN PEDOMAN PENULISAN KREATIF

    2151    PENINGKATAN MUTU TENAGA KEBAHASAAN DAN KESASTRAAN
    A)    PENINGKATAN MUTU TENAGA TEKNIS
    B)    PENINGKATAN MUTU TENAGA ADMINISTRASI

    2154    PENINGKATAN APRESIASI SASTRA MASYARAKAT
    A)    BENGKEL SASTRA DI KABUPATEN
    B)    PENULISAN KREATIF SASTRA DI KABUPATEN

    2175    PENGADAAN PERALATAN KANTOR (INVENTARIS KANTOR)

10.07.03    PROGRAM MANAJEMEN PELAYANAN PENDIDIKAN
    0001    PENGELOLAAN GAJI, HONORARIUM, DAN TUNJANGAN
        PEMBAYARAN GAJI, LEMBUR, HONORARIUM, DAN VAKASI

    0002    PENYELENGGARAAN OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN
        PERKANTORAN
    0205    PERAWATAN GEDUNG KANTOR
    0256    PERBAIKAN PERALATAN KANTOR
    0926    PENGADAAN PERALATAN/PERLENGKAPAN KANTOR
    1138    PERAWATAN KENDARAAN BERMOTOR RODA 4
    2005    PERAWATAN KENDARAAN BERMOTOR RODA 2
    2006    PERAWATAN SARANA GEDUNG
    2007    LANGGANAN DAYA DAN JASA
    2176    JASA KEAMANAN DAN KEBERSIHAN

    0016    PENYUSUNAN, PENGKAJIAN, DAN PENGEMBANGAN DATA
        DAN INFORMASI KEBHASAAN DAN KESASTRAAN
   
2152    PEMASYARAKATAN BAHASA DAN SASTRA
    A)    SOSIALISASI UJI KEMAHIRAN BERBAHASA INDONESIA (UKBI)
    B)    SOSIALISASI BAHASA INDONESIA UNTUK PENUTUR ASING (BIPA)
    C)    PENYULUHAN BAHASA INDONESIA
    D)    SIARAN BAHASA INDONESIA DI RRI PALANGKARAYA
    E)    SEMINAR KEBAHASAAN DAN KESASTRAAN
    F)    GERAKAN CINTA BAHASA INDONESIA (GCBI)

    2153    PENGEMBANGAN BAHAN INFORMASI KEBAHASAAN DAN
        KESASTRAAN
    A)    PENERBITAN BUKU INFORMASI KEBAHASAAN DAN KESASTRAAN
    B)    PENGELOLAAN LAMAN BALAI BAHASA PROV. KALTENG

 
V
PENUTUP

5.1 Simpulan
    Dalam kurun waktu dua tahun lebih (November 2006—Desember 2008), Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah telah berupaya sekuat kemampuan untuk meningkatkan mutu penelitian, pengembangan, pembinaan, dan pela¬yanan kebahasaan dan kesastraan, serta pelaksanaannya dapat disimpulkan sebagai berikut.
1)    Peningkatan mutu penelitian kebahasaan, kesusastraan, dan pengajaran bahasa dan sastra telah berupaya ditingkatkan dengan meminta konsultan peneliti dari Universitas Palangkaraya.
2)    Peningkatan mutu pengembangan bahasa dan sastra telah diupayakan dengan menyusun ensklopedia sastra Indonesia di daerah, inventarisasi kosakata dan istilah, inventarisasi tradisi lisan, dan kamus dwibahasa.
3)    Peningkatan mutu pembinaan bahasa dan sastra juga telah diupayakan dengan berbagai penyuluhan bahasa Indonesia secara bersemuka di daerah-daearah, bersurat, bertelepon, berinternet, dan berdiskusi kebahasaan, serta aktif siaran bahasa Indonesia di RRI Palangkaraya.
4)    Peningkatan mutu apresiasi sastra masyarakat telah diupayakan dengan temu sastra, dialog dengan sastrawan, seminar, bengkel sastra, lomba, sayembara, festival, dan pelatihan penulisan kreatif sastra.
5)    Peningkatan pelayanan kebahasaan dan kesastraan telah diusahakan dengan menambah koleksi buku perpustakaan balai, pendampingan bahasa, penyun¬tingan, konsultasi kebahasaan dan kesastraan, menjawab surat, menjawab telepon, dan menjawab melalui internet.
6)    Pengembangan informasi kebahasaan dan kesastraan telah diupayakan dengan diterbitkannya jurnal ilmiah Suar Betang secara rutin, penayangan laman Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah mulai awal Mei 2008, dan penerbitan Profil Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dalam bentuk cetak dan multimedia (cakram padat).
7)    Peningkatan kerja sama kebhasaan dan kesastraan telah diupayakan dengan berbagai pihak dalam usaha memasyarakatkan bahasa dan sastra di Provinsi Kalimantan Tengah.
8)    Pembinaan sarana dan prasarana sebagai unsur pendukung berbagai kegiatan kebahasaan dan kesastraan telah dilaksanakan dengan membangun gedung perkantoran, perawatan dan pemeliharan gedung, pengadaan inventaris kantor, dan kegiatan operasional sehari-hari kantor. 

5.2 Saran
    Selama dua tahun lebih, saya selaku pelaksana harian Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, telah berusaha mendorong semangat kebersamaan dalam mewujudkan visi dan misi Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengan tanpa mengenal lelah dan putus asa. Namun, masih ada pula beberapa pekerjaan yang telah direncanakan yang belum selesai karena berbagai kendala. Oleh karena itu, beberapa harapan yang dapat saya sampaikan dalam kaitannya dengan usaha penelitian, pengembangan, pengembangan, pembinaan, pelayanan, dan kerja sama kebahasaan dan kesastraan di Kalimantan Tengah adalah sebagai berikut.
1)    Semangat kerja sama yang baik perlu dipertahankan dan ditingkatkan guna mencapai tujuan dan kemudahan dalam pelaksanaan tugas.
2)    Kerja sama yang telah dirintis dan dijalin dengan berbagai pihak di Kali¬mantan Tengah ini terus dapat diupayakan keterjalinannya, dikembangkan ke berbagai pihak, dan terus ditingkatkan kualitasnya agar menjadi mitra kerja Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah secara baik.
3)    Peningkatan mutu penelitian, pengembangan, pembinaan, dan pelayanan kebaha¬saan dan kesastraan ini agar terus dapat dilakukan dengan baik.
4)    Nama baik Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah mohon tetap dijaga, jangan sampai ternoda oleh perbuatan yang tidak terpuji. Disiplin kerja pegawai perlu terus ditingkatkan.
5)    Kesempatan dan kemudahan bagi karyawan, baik tenaga teknis maupun tenaga administrasi, yang berprestasi dalam upaya pengembangan kepro¬fesionalan bidang bahasa dan sastra hendaknya tetap dapat dilakukan dengan baik, selalu didorong dan dipompa semangatnya untuk meraih prestasi.

Palangkaraya, 10 Desember 2008

Drs. Puji Santosa, M.Hum.
NIP 131787387



LAMPIRAN

1. Judul dan Penulis Artikel Jurnal Suar Betang

A. Suar Betang Volume 1 Nomor 1 (Desember 2006)
(1)    Analisis Kesalahan Pemakaian Kata dan Afiks pada Berita Utama dan Surat Pembaca Kalteng Pos Edisi Bulan Januari—Maret 2005 (Yuliadi)
(2)    Berita-berita Kriminal di Harian Kalteng Pos. Analisis Wacana Kritis (R. Hery Budhiono)
(3)    Identitas Kalimantan dalam Sajak-sajak H.A. Badar Sulaiman Usin (Ai Kurniati)
(4)    Mantra Bahasa Maanyan: Analisis Jenis, Fungsi, dan Makna (Elis Setiati)
(5)    Epik dalam Sastra Lisan Dayak Ngaju (Basori)
(6)    Minat dan Motivasi Baca Siswa SMU di Palangkaraya: Sebuah Survei Awal tentang Apresiasi Siswa SMU dengan Budaya Baca (Iwan Fauzi)
   
B. Suar Betang Volume 2 Nomor 1 (Juni 2007)
(1)    Estetika Resepsi, Metode, dan Penerapannya: Studi Kasus Resepsi Produktif Soneta Indonesia (Puji Santosa)
(2)    Peran Perempuan dalam Masyarakat Dayak Ngaju (Basori)
(3)    Saman dan Larung karya Ayu Utami dalam Kajian Feminisme (Andi Indah Yulianti)
(4)    Fenomena Metafora pada Kosakata Olahraga di Surat Kabar Harian Lokal (Iwan Fauzi)
(5)    Keberterimaan Laras Bahasa Hukum dalam Perda Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 5 Tahun 2003 (Ai Kurniati)
(6)    Penggunaan Istilah Bahasa Inggris pada Berita-berita di Harian Kalteng Pos (Lida Karyani)
(7)    Peribahasa Dayak Ngaju: Analisis Nilai Budaya (Darmawati M.R.)

C. Suar Betang Volume 2 Nomor 2 (Desember 2007)
(1)    Bahasa Nonformal dalam Masyarakat: Studi Kasus Afiks nge- dan nya- (Ary Setyorini)
(2)    Deiksis dalam Bahasa Dayak Maanyan (Dwiani Septiana)
(3)    Laras Bahasa Pasar di Pasar Kahayan Palangkaraya (Rensi Sisilda)
(4)    Studi Sejarah pada Hikayat Raja Banjar dan Kotawaringin (Basori)
(5)    Kiprah Sastrawan Daerah Kalimantan Tengah dalam Tinjauan Sejarah (Dharmawati M.R.)
(6)    Potret Pasang Surut Pendidikan dalam Laskar Pelangi karya Andrea Hirata (Andi Indah Yulianti)
(7)    Maut dalam Tiga Buku Kumpulan Sajak Subagio Sastrowardojo (Puji Santosa)
(8)    Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Terhadap Pembela¬jaran Bahasa Indonesia di Tingkat SMU (Muston N.M. Sitohang)

D. Suar Betang Volume 3 Nomor 1 (Juni 2008)
(1)    Bahasa Indonesia dalam Cerpen Remaja (Ai Kurniati)
(2)    Haruskah Bentuk “Menghendaki” Tetap Dipertahankan (M. Anwar. H.M.)
(3)    Sistem Sapaan Bahasa Dayak Dusun (Sisilya)
(4)    Kiamat dalam Puisi “Tadarus” Karya A. Mustofa Bisri (Basori)
(5)    Penggunaan Verba dalam Hubungannya dengan Informasi Lama dan Informasi Baru dalam Wacana Narasi Cerita Pendek Bahasa Indonesia (Petrus Poerwadi)
(6)    Pembelajaran Bahasa Daerah Sebagai Muatan Lokal Tingkat Sekolah Dasar di Kota Palangkaraya (Muston N.M. Sitohang)
(7)    Peranan Bahasa Indonesia dalam Pengembangan Budaya Bangsa (Supardi)
(8)    Pembelajaran Sastra yang Menyenangkan dan Inovatif (Puji Santosa)
(9)    Nilai Budaya dan Amanat dalam Cerita Rakyat Dayak Ngaju “Kesah Balawau” (Priana S.M.)
(10)    Penggunaan Kosakata “Secara” oleh Remaja di Kota Palangkaraya (Ary Setyorini)

1.    2.    Publikasi Tentang Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Berita Keba¬hasaan dan Kesastraan, dan Artikel/Esai Kebahasaan dan Kesas¬traan Provinsi Kalimantan Tengah di Media Massa
(1)    "Masih Enggan Gunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar”. Kalteng Pos, Sabtu, 30  Desember 2006, halaman 9 dan 15.
(2)    “Kampanye Pengutamaan Bahasa Indonesia” (Puji Santosa dan Basori). Kalteng Pos, Sabtu dan Minggu, 30 dan 31 Desember 2006, halaman 14.
(3)     “Disiapkan Draf RUU Kebahasaan: Tak Gunakan Bahasa Indonesia, Izin Usaha Bisa Dicabut”. Kalteng Pos, Sabtu, 6 Januari 2007, halaman 9 dan 15.
(4)    “Bahasa Indonesia Harus Diutamakan”. Dayak Pos, Sabtu, 6 Januari 2007, halaman 1 dan 15.
(5)     “Kampanye Pengutamaan Bahasa Indonesia”. Palangka Pos, Sabtu, 6 Januari 2007, halaman 14.
(6)     “Bahasa Dayak Masuk Muatan Lokal”. Banjar¬masin Pos, Sabtu, 6 Januari 2007, halaman 14.
(7)     “Siapkan Draf RUU Kebahasaan”. Pelita, Selasa, 9 Januari 2007, halaman 8.
(8)     “Fakta Kebahasaan di Kota Palangkaraya”. (Ai Kurniati). Kalteng Pos, Rabu—Kamis, 28 Februari dan 1 Maret 2007, halaman 4, Rubrik OPINI.
(9)     “Ditemukan 22 Bahasa Daerah di Kalteng” . Antara News, Kamis, 15 Maret 2007.
(10)     “Ditemukan 22 Bahasa Daerah di Kalteng”. Website Radio Republik Indonesia. Kamis, 15 Maret 2007, 16:49 WIB.
(11)     “Kalteng Gunakan 22 Bahasa Daerah”. Banjar¬masin Pos, Sabtu, 17 Maret 2007, halaman 12.
(12)     Ditemukan 22 Bahasa Daerah di Kalteng”. Palangka Pos, Sabtu 17 Maret 2007, halaman 14.
(13)     “Media Memasyarakatkan Bahasa Indonesia”. Dayak Pos, Rabu, 21 Maret 2007, halaman 1 dan 15.
(14)     “Aku Cinta Bahasa Indonesia: Akankah Sebatas Slogan?” (Darmawati M.R.) Kalteng Pos, Rabu, 21 Maret 2007, halaman 14.
(15)     “Pelatihan Penulisan Kreatif 2007”. Dayak Pos, Kamis, 12 April 2007, halaman 3.
(16)     “Penulisan Kreatif Hasilkan Buah Pikiran”. Dayak Pos, Jumat, 13 April 2007, halaman 1.
(17)     “Bahasa Indonesia di Mata Dunia” (Supardi). Kalteng Pos, Selasa, 17 April 2007, halaman 14.
(18)     “Selamatkan Keberadaan Bahasa-bahasa Daerah”. Kompas, Rabu, 30 Mei 2007, halaman 12.
(19)     “13 Bahasa Terancam Punah”. Banjarmasin Pos Cyber Media, Sabtu, 2 Juni 2007.
(20)     "Damang Masuk Sekolah: Program Kalteng Lestarikan Budaya Daerah” Kapanlagi.com, Jumat, 8 Juni 2007.
(21)     “Damang Perlu Diberdayakan: Mengisi Muatan Lokal Tambahan di Sekolah”. Kalteng Pos, Rabu, 13 Juni 2007, halaman 13.
(22)     “Lingkungan Kita Penuh Istilah Asing” (Basori). Kalteng Pos, Rabu—Kamis, 4—5 Juli 2007, halaman 14.
(23)     “Ensiklopedia Sastra Indonesia: Oase di Padang Pasir Kesusastraan Indonesia”. (Darmawati M.R.). Kalteng Pos, Kamis, 5 Juli 2007, halaman 14.
(24)     “Aktivitas Menulis Karya Sastra di Kalteng Masih Sepi: Merefleksi Tulisan Darmawati M.R.”    (Supardi). Kalteng Pos, Rabu—Jumat, 18—20 Juli 2007, halaman 14.
(25)     “Identitas Keindonesiaan dalam Sastra Kita” (Puji Santosa). Kalteng Pos, Jumat—Minggu, 10—12 Agustus 2007, halaman 7.
(26)     “Hanya Duduk Saja: Aktivitas Sastra di Kalteng Sepi?” (Aliemha). Kalteng Pos, Kamis—Jumat, 16--17 Agustus 2007, halaman 14.
(27)     “Balai Bahasa ‘Usung’ Lomba Kesastraan”. Dayak Pos, Rabu, 29 Agustus 2007, halaman 1 dan 15.
(28)     “Dari Puncak Batang Garing: Hantarkan Sang Juara”. Dayak Pos, Kamis, 30 Agustus 2007, halaman 1 dan 15.
(29)     “Fenomena Kebahasaan dan Peran Media Massa” (Ary Setyorini). Kalteng Pos, Sabtu dan Minggu, 1 dan 2 September 2007, halaman 14.
(30)     “Seminar Bahasa Jurnalistik Hadirkan Kepala Pusat Bahasa”. Palangka Pos, Selasa, 4 September 2007, halaman 14.
(31)     “Kesalahan Penulisan Ungkapan: Tinjauan Kasus Tulisan pada Kain Rentang dan Media Massa Lokal” (Ary Setyorini). Kalteng Pos, Rabu—Kamis, 5—6 September 2007, halaman 14.
(32)     "Seminar Bahasa Jurnalistik: Kerja Sama FBMM dan Balai Bahasa”. Kalteng Pos, Kamis, 6 September 2007, halaman 15.
(33)     “Pagi Ini, Seminar Bahasa dan Pelantikan FBMM”. Kalteng Pos, Senin, 10 September 2007, halaman 3.
(34)     “Bahasa Media Massa Pengaruhi Karakter Bangsa”. Kalteng Pos, Selasa, 11 September 2007, halaman 9 dan 19.
(35)     “Seminar Bahasa”. Kalteng Pos, Selasa, 11 September 2007, halaman 13.
(36)     “Bahasa Indonesia Miliki Peran Sentral”, Palangka Pos, Selasa, 11 September 2007, halaman 1 dan 7.
(37)     “Tata Bahasa: Nama Proyek Jangan Gunakan Bahasa Asing”. Palangka Pos, Selasa, 11 September 2007, halaman 11.
(38)     “Kemampuan Berbahasa Indonesia Perlu Ditingkatkan”. Palangka Pos, Selasa, 11 September 2007, halaman 12.
(39)     “Jangan Biasakan Berbahasa Asing”. Banjarmasin Pos, Selasa, 11 September 2007, halaman 23.
(40)     “Jurnalis Jadi Panutan Berbahasa”. Dayak Pos, Selasa, 11 September 2007, halaman 1 dan 15.
(41)     “Peran Media Massa dalam Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia”. Kalteng Pos, Rabu, 12 September 2007, halaman 15.
(42)    “Gubernur Kalteng: Kemampuan Berbahasa Perlu Ditingkatkan”. Pelita, Rabu, 12 September 2007, halaman 12.
(43)     “Mengupas Seminar FBMM: Tinjauan Peluluhan pada Kata yang Berawalan K, P, T, S” (Ary Setyorini). Kalteng Pos, Selasa, 25 September 2007, halaman 14.
(44)     “Betulkah Aktivitas Sastra di Kalteng Sepi” (M. Anwar H.M.). Kalteng Pos, Rabu—Jumat, 3—5 Oktober 2007, halaman 14.
(45)     “Bulan Bahasa”. siswarta.org, 7 Oktober 2007.
(46)     “UKBI Sebagai Sarana Pengukur Kemahiran Berbahasa Indonesia” (Kambang). Kalteng Pos, Senin, 29 Oktober 2007, halaman 14.
(47)     “Festival Baca Puisi” . Siswarta.org, 30 Oktober 2007.
(48)     “Sosialisasi RUU Kebahasaan Serentak: Untuk Kalteng Digelar di Ruang Pertemuan Hotel Dandang Tingang, Hari Ini”. Kalteng Pos, Kamis, 22 November 2007, halaman 15.
(49)     “Pembelajaran Sastra Masih Dinomorduakan” (Supardi). Kalteng Pos, Kamis—Sabtu, 22—24  November 2007, halaman 14.
(50)     “RUU Kebahasaan Dinilai Tak Tegas dalam Sanksi”. Kalteng Pos, Jumat, 23 November 2007, halaman 9 dan 19.
(51)     “Kalteng Peringkat I Adibahasa”. Dayak Pos, Jumat, 23 November 2007, halaman 1 dan 15.
(52)     “Pakai Bahasa Asing di Tempat Umum Kena Sanksi?” Dayak Pos, Jumat, 23 November 2007, halaman 1 dan 15.
(53)     “Kalteng Raih Adibahasa Tingkat Nasional”. Pelita, Sabtu, 24 November 2007, halaman 13.
(54)     “Penghargaan Bulan Bahasa dan Sastra 2007 : Kalteng Terbaik Nasional Adibahasa”. The ATN Center. Sabtu, 24 November 2007.
(55)     “Krisis Bahasa Sebagai Krisis Identitas”. Dayak Pos, Rabu, 19 Desember 2007, halaman 7.
(56)     “Bahasa Indonesia Tak Bergengsi?”. Dayak Pos, Sabtu, 29 Desember 2007, halaman 1 dan 15.
(57)     “Pers Pembejaran Berbahasa Masyarakat”. Dayak Pos, Senin, 31 Desember 2007, halaman 1 dan 15.
(58)     “500 Kosakata Dayak Diusulkan Masuk KBBI”. Kompas, Jumat, 4 Januari 2008, halaman 12.
(59)     “500 Kosakata Dayak Diusulkan Masuk KBBI”. Banjarmasin Pos On Line, Minggu, 6 Januari 2008.
(60)     “500 Kosakata Bahasa Dayak Diusulkan Masuk KBBI ”. Berita Nasional Rakyat Merdeka, Senin, 07 Januari 2008.
(61)     “Kosakata Dayak Diusulkan Jadi Bahasa Nasional”. Jurnal Nasional, Rabu, 09 Januari 2008, Rubrik Pendidikan dan Kebudayaan.
(62)    “Kalteng Pos Peringkat Enam Nasional: Penilaian Pusat Bahasa Depdiknas dalam Penggunaan Bahasa Indonesia”. Kalteng Pos, Kamis, 24 Januari 2008, halaman 9 dan 19.
(63)     “Masuk Kategori A: Dayak Pos Terima Piagam Penghargaan dari Pusat Bahasa”. Dayak Pos, Kamis, 24 Januari 2008, halaman 1 dan 15.
(64)     “Singa (Singkatan dan Akronim) Berkeliaran, Pembaca Bising (Bingung dan Pusing)” (Basori). Kalteng Pos, Kamis—Jumat, 14—15 Februari 2008, halaman 30, Rubrik OPINI.
(65)     “Bisa Hancurkan Bahasa Indonesia: Penggunaan Singkatan dan Akronim yang Berlebihan”. Kalteng Pos, Senin, 18 Februari 2008, halaman 9 dan 15.
(66)     “Apresiasi Sastra Ditentukan Peranan Guru Profesional: Puluhan Guru Seminar Pengajaran Sastra”. Kalteng Pos, Senin 18 Februari 2008, halaman 27.
(67)     “Pengajaran Sastra Harus Menyenangkan” Kompas, Humaniora/ Langkan, Senin, 18 Februari 2008, halaman 12.
(68)     “Sastra Dapat Menyenangkan: Kompetensi Pengajar Kunci Utama”. Dayak Pos, Selasa, 19 Februari 2008, halaman 3.
(69)     “Pengajaran Sastra Harus Menyenangkan”. news.melayuonline.com. Selasa, 19 Februari 2008.
(70)     “Pengajaran Sastra Harus Menyenangkan”. cabiklunik.blogspot.com. Selasa, 19 Februari 2008.
(71)    “Mengerling Bahasa Jurnalistik” (Ary Setyorini). Kalteng Pos, Jumat—Senin, 7—10 Maret 2008.
(72)     “Danarto Berbagi Ilmu Cerpen”. Dayak Pos, Sabtu, 22 Maret 2008, halaman 3.
(73)     “Jumpa Sastrawan Efektif Tingkatkan Minat Sastra”. Kompas, Humaniora/ Langkan, Sabtu, 22 Maret 2008, halaman 12.
(74)     “Jumpa Sastrawan: Pendidikan Jiwa Lewat Sastra”. cabiklunik. blogspot.com. Sabtu, 22 Maret 2008.
(75)     “Danarto: Sapaan Ramah”. Kompas, Nama & Peristiwa, Rabu 26 Maret 2008, halaman 32.
(76)     “Penyuluhan Bahasa Indonesia Digelar di Pemkab Kobar”. Borneo News, Sabtu, 29 Maret 2008, halaman 10.
(77)     “Potret: Tamiang Layang” (Sandi Firly). Radar Banjarmasin, Cakrawala Sastra & Budaya, Minggu, 6 April 2008, halaman 5.
(78)     “Pelatihan Penulisan Cerpen” (Sandi Firly). Radar Banjarmasin, Cakrawala Sastra & Budaya, Minggu, 6 April 2008, halaman 5.
(79)     “PBSID Gelar Seminar PTK Kesastraam”. Kalteng Pos, Selasa, 8 April 2008.
(80)     “Pengajaran Sastra Cenderung Dianaktirikan”. Dayak Pos, Selasa, 29 April 2008, halaman 1 dan 15.
(81)     “Membedah Perempuan yang Memburu Hujan”. Kalteng Pos, Kamis, 8 Mei 2008, halaman 9 dan 15.
(82)     “Aura Kematian yang Kental”. Dayak Pos, Kamis, 8 Mei 2008, halaman 3.
(83)     “Monolog Interior dalam Cerpen-Cerpen Sandi Firly”(Puji Santosa). Radar Banjarmasin, Cakrawala Sastra & Budaya, Minggu, 11 Mei 2008, halaman 4.
(84)     “Dan Kematian Makin Akrab: Sebuah Catatan untuk Perempuan yang Memburu Hujan”(Basori) Radar Banjarmasin, Cakrawala Sastra & Budaya , Minggu 11 Mei 2008, halaman 4.
(85)     “Balai Bahasa Gelar Pelatihan Penulisan Kreatif”. Kalteng Pos,  Jumat 16 Mei 2008, halaman 10.
(86)     “Maut dalam Cerpen-Cerpen Sandy Firly”(Darmawati MR). Radar Banjarmasin. Cakrawala Sastra & Budaya. Minggu, 18 Mei 2008, halaman 4.
(87)     “Seminar Kebahasaan Dirangkai Pencanangan GPBI”. Dayak Pos.  Jumat 6 Juni 2008, halaman 1 dan 15.
(88)     “Hari Ini Seminar Bahasa media Massa”. Kalteng Pos. Senin, 9 Juni 2008, halaman 1 dan 4.
(89)     “Bahasa Indonesia Harus Kita Martabatkan”. Palangka Pos. Selasa, 10 Juni 2008, halaman 1 dan 7.
(90)    “Balai Bahasa Kalteng Tambah Bangunan”.Palangka Pos. Selasa10 Juni 2008, halaman 2.
(91)     “Kecintaan terhadap Bahasa Makin Luntur”. Kalteng Pos. Selasa, 10 Juni 2008, halaman 9 dan 15.
(92)     “Sejumlah Bahasa Daerah Terancam Punah”. Palangka Pos. Jumat, 13 Juni 2008, halaman 2.
(93)     "Temu Sastra Majelis Asia Tenggara". Dayak Pos. Jumat, 4 Juli   2008, halaman 1 dan 4.
(94)     "Temu Sastra Majelis Asia Tenggara di Palangkaraya". Kalteng Pos.  Jumat, 4 Juli 2008, halaman 1 dan 4.
(95)     "Tempat Terbatas, Peserta Diminta Daftar Segera". Kalteng Pos. Kamis, 10 Juli 2008, Halaman 15.
(96)     Sastra Lokal: Karungut dan Sansana, Keahlian Otodidak. Palangka Post. Selasa 15 Juli 2008. Halaman 2.
(97)     Jumpa Pers: Media Diminta Beri Ruang untuk Cerpen”. Palangka Post. Selasa 15 Juli 2008. Halaman 2.
(98)     “Temu Sastra: Pengarang Muda Cenderung Berakrobat Kata-Kata”. Kompas.  Selasa. 15 Juli 2008. Halaman 12.
(99)     “Media Lokal Diminta Mendukung Perkembangan Seni dan Sastra di Indonesia”. Kalteng Pos. Rabu, 16 Juli 2008. Halaman 19.
(100)     Karya Sastra Terancam Punah". Banjarmasin Post. Kamis, 17 Juli 2008.
(101)    “Sastra Harus Bisa Manfaatkan Situasi”. Dayak Pos. Selasa, 15 Juli 2008. Hlm 3.
(102)    “Sastra di Kalteng Sulit Berkembang”. Boneo News, Sabtu, 19 Juli 2008.
(103)     "13 Bahasa Daerah di Kalteng Terancam Punah". Kompas : Kilas Daerah. Sabtu, 26 Juli 2008.   Halaman 2.
(104)    "Semarak Tahun Bahasa 2008: Gelar Lomba Pidato sampai Penghargaan Tokoh". Dayak Pos. Sabtu, 2 Agustus 2008. Halaman 1 dan 15.
(105)    "Dicari: Sastra(wan) Kalteng".(Udo Z. Karzi) Borneo News, Senin, 4 Agustus 2008. Halaman 10.
(106)    "Lomba Baca Puisi Guru SD se-Kalteng Digelar. Dayak Pos.Rabu, 13 Agustus 2008. Halaman 3.
(107)    "Olah Suara, Vokal dan Tubuh Penting bagi Pembaca Puisi. Dayak Pos, Kamis, 14 Agustus, 2008. Halaman 1 dan 15.
(108)    “Sastrawan Kalteng dalam Peta Sastra Nasional”. Dayak Pos, Sabtu, 16 Agustus 2008.
(109)    “Sastarawan Kalteng dalam Peta Sastra Nasional”. Boneo News. Senin, 18 Agustus 2008.
(110)    “Puisi Lebih Hidup Dikolaborasi Musik”. Dayak Pos, Rabu, 20 Agustus 2008.
(111)    “Lomba Musikalisasi Puisi: 13 Sekolah Ikuti Seleksi Tingkat Kalteng”. Palangka Post, Rabu, 20 Agustus 2008.
(112)    “SMA Negeri 2 Pahandut Juara Musikalisasi Puisi”. Dayak Pos, Kamis, 21 Agustus 2008.
(113)    “Lestarikan Budaya Perlu Tindakan Nyata”. Dayak Pos, Sabtu, 23 Agustus 2008.
(114)    “Akrobat Kata-Kata, Kebohongan, dan F. Rahardi”. Kompas, Minggu, 24 Agustus 2008.
(115)    “Tokoh Kalteng Terima Penghargaan”. Dayak Pos, Kamis, 28 Agustus 2008.
(116)    “Ajang Tingkatkan Mutu Apresiasi Sastra: Balai Bahasa Gelar Kegiatan Kebahasaan. Dua Tokoh Lokal Terima Penghargaan”. Kalteng Pos, Kamis, 28 Agustus 2008.
(117)    “Balai Bahasa Masih Kurang: 10 Provinsi Belum Miliki Balai Bahasa”. Kompas, Rabu, 17 September 2008.
 
Berikutnya >
© 2014 Balai Bahasa Provinsi Kalteng