|
KEBIJAKAN DAN PELAKSANAAN TUGAS A. Kebijakan Umum Dasar yang digunakan sebagai landasan kerja Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah adalah menginduk pada Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, yaitu: a. Pancasila, b. Undang-Undang Dasar 1945 (Bab XV, Pasal 36; Pasal 32C), c. Undang-Undang Nomor 20 tahun 1989, tentang Sistem Pendidikan Nasional, d. Intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 20, tanggal 28 Oktober 1991, tentang Pemasyarakatan Bahasa Indonesia dalam Rangka Pemantapan Persatuan dan Kesatuan Bangsa, e. Instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 1/U/1992, tentang Peningkatan Usaha Pemasyarakatan Bahasa Indonesia dalam Memperkukuh Persatuan dan Kesatuan Bangsa, f. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 434/102/26 Tahun 1995 tanggal 28 Oktober 1995, g. Pidato Presiden Republik Indonesia pada Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Tanggal 20 Mei 1995, h. Undang-Undang No. 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, i. Rumusan Seminar Politik Bahasa Nasional (November 1999), j. Hasil Rapat Koordinasi Pemasyarakatan Bahasa Indonesia bulan Mei 2001 yang dihadiri oleh para Koordinator Pemasyarakatan Bahasa Indonesia, Wakil Pemerintah Provinsi, Ketua Bappeda, dan Komisi E DPRD seluruh Indonesia. Arah kebijakan penelitian, pengembangan, pembinaan, dan pelayanan kebahasaan berkenaan dengan kedudukan bahasa (nasional, daerah, asing) dan fungsinya (keresmian, perhubungan luas, tujuan khusus, kependidikan, dan kebudayaan) adalah sebagai berikut. Kebijakan yang menyangkut bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulisan, dipumpunkan agar bahasa Indonesia—dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa kebangsaan, bahasa pemersatu, dan bahasa nasional—tumbuh menjadi bahasa canggih yang dapat memenuhi fungsinya sebagai sarana komunikasi nasional, bahkan mengarah ke regional dan internasional, unsur sarana pengembangan kebudayaan nasional, sarana pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi canggih, lebih beradab dan bermartabat sebagai sarana untuk mewariskan tata nilai budaya nasional kepada generasi pelapis, serta menjadi tuan di negeri sendiri. Kebijakan yang menyangkut bahasa Daerah, baik lisan maupun tulisan, diarahkan agar bahasa daerah tumbuh dan berkembang serasi dengan bahasa Indonesia. Sebagai unsur kebudayaan yang hidup dan mempunyai peranan tersendiri dalam masyarakat etnis, bahasa Daerah dapat menjadi sumber pemekaran kosakata bahasa Indonesia, atau sebaliknya, bahasa Indonesia pun dapat menjadi sumber pemekaran kosakata bahasa Daerah sehingga mampu menambah perbendaharaan kosakata bahasa masing-masing. Lebih dari 22 bahasa Daerah yang hidup dan dipelihara oleh masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah ini terus diupayakan agar tidak punah, dan tetap menjadi pilar kebudayaan nasional bangsa Indonesia. Kebijakan yang menyangkut bahasa asing diarahkan agar pengembangan dan pembinaan bahasa asing—sebagai sarana memasuki pergaualan antarbangsa di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, agama, kebudayaan, ekonomi, diplomasi, dan politik—berkembang tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan bahasa Indonesia. Arah kebijakan penelitian, pengembangan, pembinaan, dan pelayanan sastra adalah hal-hal yang berkenaan dengan jaringan masalah yang muncul dari insan sastra (sastrawan, penikmat sastra, pakar sastra) dan karya sastra (Indonesia, daerah, dan [pengaruh] asing). Upaya penelitian dan pengembangan sastra dilaksanakan dengan melakukan penelitian sastra dari berbagai aspeknya dan bertujuan untuk mencari akar masalah yang menjadi penyebab sepinya aktivitas sastra di Kalimantan tengah serta memecahkan masalah untuk pengembangannya. Hasil-hasil penelitian sastra itu kemudian dipublikasikan ke berbagai media massa cetak dan elektronik untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas, para peminat sastra, sastrawan, dan pakar sastra (Indonesia dan Daerah). Dengan cara seperti itu, para insan sastran dan masyarakat luas dapat mengetahui makna pentingnya karya sastra dan sastrawan dapat lebih meningkatkan wawasan. Pada gilirannya, hasil peneliian itu dapat digunakan sebagai bahan penulisan buku teori, kritik, dan sejarah sastra di Indonesia. Di samping itu, perlu pula dilakukan inventarisasi, perekaman, pentranskripan, dan penerjemahan sastra lisan/daerah untuk kemudian diterbitkan dan disebarluaskan. Tidak kalah pentingnya untuk memperkenalkan kekayaan sastra dan sastrawan di Kalimantan Tengah dengan menyusun ensiklopedia sastra dan profil sastrawan Kalimantan Tengah. Upaya pembinaan dan pelayanan informasi kesastraan bertujuan menciptakan masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah apresiatif dengan jalan melakukan penyuluhan, peningkatan mutu sastrawan dan karya sastra, penilaian karya sastra, bengkel sastra, pelatihan penulisan kreatif, sayembara, lomba, festival, pekan sastra, memfasilitasi kegiatan kesastraan, dan penghargaan hadiah sastra. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai jaringan kerja, antara lain, sastrawan, guru, siswa, mahasiswa, pakar sastra, dosen, media massa, dan komunitas sastra serta menjalin hubungan kerja sama dengan lembaga atau badan yang relevan. B. Pelaksanaan Tugas Penelitian, pengembangan, pembinaan, dan pelayanan kebahasaan dan kesastraan di Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah digiatkan melalui berbagai usaha berikut. 1) Penelitian Kebahasaan dan Kesastraan Penelitian kebahasaan, kesastraan, dan pengajarannya pada tahun 2006—2007 yang dilakukan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah sebagai berikut. (1) Upaya Memetakan Bahasa-Bahasa di Kabupaten Kapuas (2) Distribusi Variasi Dialektal Bahasa Katingan di Kalimantan Tengah (3) Sistem Sapaan Bahasa Maanyan di Kabupaten Barito Timur (4) Khazanah Metafora pada Perkembangan Kosakata Bahasa Indonesia Laras Olahraga di Media Massa Nasional (5) Analisis Penggunaan Kata Asing dalam Naskah Berita di Stasiun RRI Palangkaraya (6) Kondisi Pemakaian Bahasa Indonesia pada Papan Nama Instansi Pemerintah di Palangkaraya (7) Pemetaan dan Kekerabatan Bahasa-bahasa Daerah di Kalimantan Tengah (8) Keterbacaan Tes Buatan Guru Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia pada UAS Semester Ganjil Kelas X—XII SLTA Tahun Ajaran 2006/2007 di Kota Palangkaraya (9) Keefektifan Pemakaian Kata Pinjaman Asing pada Buku Teks Pelajaran Bahasa Indonesia (10) Pola Watak, Sifat, dan Perilaku Masyarakat Dayak Maanyan: Cermin Atas Ungkapan Tradisional Dayak Maanyan (11) Bahasa gaul sebagai Bentuk Perwujudan atau Eksistensi Bahasa Pergaulan di Kalangan Remaja Kalimantan Tengah (12) Bentuk dan Makna Idiom Bahasa Dayak Ngaju (13) Analisis Kumpulan Cerpen Karya A.A. Navis dari Segi Struktur dan Tema Religius (14) Analisis Nilai Budaya dan Citra Manusia dalam Sastra Lisan Dayak Ngaju (15) Identitas Kalimantan dalam Kumpulan Puisi HABSU (16) Citra Perempuan dalam Masyrakat Dayak Ngaju: Cerminan Atas Sastra Lisan sebagai Produk Budaya (17) Struktur dan Klasifikasi Cerita Rakyat Daerah Kalimantan Tengah di Kabupaten Kotawaringin Timur (18) Analisis Struktur dan Nilai Budaya dalam Legenda Lanting Mihing (19) Analisis Kemampuan Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dalam Pengembangan Silabus Berdasarkan KBK 2004 di SMA Negeri 1 Pahandut (20) Sikap dan Keadaan Pemakaian Bahasa dalam Proses Belajar Mengajar di Lingkungan SMP Katolik Santa Paulus Palangkaraya Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan penelitian-penelitian kebahasaan, kesastraan, dan pengajarannya selalu ditingkatkan jumlah dan mutunya. 2) Pengembangan Kebahasan dan Kesastraan Pengembangan kebahasaan dan kesastraan yang dilakukan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2006—2007 adalah sebagai berikut. (1) Pengadaan buku-buku perpustakaan, terutama buku-buku kebahasaan dan kesastraan serta pengajarannya sebanyak 125 judul buku (129 eksemplar, tahun anggaran 2007). Selain itu, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah juga menerima kiriman buku-buku dan majalah terbitan Balai Bahasa/ Kantor Bahasa seluruh Indonesia, Universitas Nasional Jakarta (majalah Sawo Manila), Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (majalah kebudayaan Sintesis), Dewan Kesenian Jakarta (buku pemenang sayembara Esai Sastra 2007), dan juga kiriman buku-buku terbitan Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. (2) Pembelian bundel (dalam 10 tahun) majalah sastra Horison (1997-2006), berlangganan majalah sastra Horison mulai Januari 2007 hingga sekarang, buku-buku terbitan Horison dan Ford Foudation, antara lain: 1) Kakilangit Sastra Pelajar, 2) Mengantar Sastra ke Tengah Siswa, 3) Dari Fansuri ke Handayani, 4) Horison Sastra Indonesia Kitab 1, 2, 3, 4, dan 5) Horison Esai Indonesia 1 dan 2. (3) Berlangganan media massa cetak untuk keperluan informasi, penyebar luasan informasi kebahasaan dan kesastraan, pengumpulan data kebahasaan dan kesastraan, serta menambah jumlah langganannya, menjadi 1) Kompas, 2) Kalteng Pos, 3) Dayak Pos, dan 4) Palangka Pos. Kadang-kadang pembelian secara bebas Banjarmasin Pos, Borneo News,Radar Banjarmasin dan koran nasional Pelita. (4) Pengembangan jaringan teknologi informasi komunikasi, bekerja sama dengan Neonet Palangkaraya (Juli 2007—November 2007), telkomnet instan (Januari 2008 hingga Maret 2008), dan Jardiknas (Desember 2007 hingga kini), terutama untuk pengembangan informasi kebahasaan, kesastraan, pendidikan, dan budaya. (5) Inventarisasi dan Pengembangan Kosakata/Istilah Bahasa Daerah. Telah diinventarisasi sebanyak 380 kosakata dalam bahasa daerah (bahasa Dayak) serta diusulkan ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia menjadi kosakata bahasa Indonesia. (6) Inventarisasi dan Penyusunan Tradisi Lisan/Sketsa Sastra Daerah Kalimantan Tengah. Telah tersusun sebanyak 39 naskah cerita tradisi lisan dari 13 kabupaten dan 1 kota di Kalimantan Tengah, terdiri atas 3 buah mite, 13 dongeng, dan 23 legenda. (7) Penyusunan Kamus Dwibahasa Dayak Ngaju—Indonesia, Edisi kedua. Telah tersusun sebanyak 2.887 lema dan sublema. (8) Penyusunan Ensiklopedia Sastra Indonesia dan Daerah Kalimantan Tengah. Telah tersusun sebanyak 85 lema yang meliputi lema pengarang, karya sastra, mazhab dan istilah, media penyebaran dan penerbitan, lembaga, wadah, dan komunitas sastra, hadiah dan sayembara, penerjemah dan terjemahannya, serta tema, motif, dan mitos sastra. Lema ini terus akan ditambah dari hari ke hari sesuai dengan informasi yang masuk. (9) Penyusunan dan Penerbitan Profil Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dalam bentuk cetak dan akan diusahakan dalam bentuk multimedia. (10) Penyusunan dan Penerbitan Jurnal Ilmiah Kebahasaan, Kesastraan, dan Pengajarannya, Suar Betang (3 Nomor, Nomor pertama memuat 6 artikel, Nomor kedua memuat 7 artikel, dan Nomor ketiga memuat 8 artikel). (11) Penyusunan Antologi Bunga Rampai Penelitian Kebahasaan dan Kesastraan (Tersusun 6 naskah penelitian kebahasaan dan kesastraan) (12) Penerbitan Karya Kebahasaan dan Kesastraan dari hasil penelitian dan bunga rampai artikel kebahasaan dan kesastraan. (13) Penyebarluasan Hasil Penelitiaan Kebahasaan dan Kesastraan (14) Pengelolaan Perpustakaan, Katalog, Kliping Bahasa dan Sastra 3) Pembinaan Kebahasaan dan Kesastraan Pembinaan kebahasaan dan Kesastraan yang dilakukan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah pada akhir 2006 dan selama tahun 2007 hingga sekarang adalalah sebagai berikut. (1) Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2006 dengan berbagai lomba, diadakan di Palangkaraya, November 2006; dan Bulan Bahasa dan Sastra 2007 dilaksanakan pada bulan Agustus 2007. (2) Kampanye Pengutamaan Bahasa Indonesia, diselenggarakan dua kali pada Jumat, 29 Desember 2006, dan Jumat, 5 Januari 2007, dengan turun di jalan-jalan membagikan rekatan (stiker), stangkai bunga, cakram padat (CD) fakta kebahsaan, pemasangan spanduk (10 buah) dan pemasangan papan imbauan di delapan titik jalan utama. Kegiatan ini diliput media massa cetak (Kalteng Pos, Dayak Pos, Palangka Pos, Banjarmasin Pos, Pelita) dan media massa elektronik (RRI Palangkaraya, TVRI Kalteng, Radio Elsinta Perwakilan Palangkaraya, dan beberapa Televisi Nasional Perwakilan Kalimantan Tengah). (3) Sosialisasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) pada tahun 2007 dilaksanakan di LPMP Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, di Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dengan mendatangkan guru-guru dan karyawan, dan di Sampit, Kotawaringin Timur diikuti oleh guru dan siswa-siswa SLTA. Pada tahun 2008 diadakan di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, peserta siswa SMK sebanyak 50 siswa, dan di Sampit dalam kegiatan KLW (Karya Latihan Wartawan), diikuti sebanyak 85 wartawan media massa se Kalimantan Tengah, kerja sama dengan PWI Kalteng. (4) Sosialisasi dan penyusunan bahan ajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di Universitas Palangkaraya dan di Pangkalan Bun. (5) Pelatihan Penulisan Kreatif Sastra. Dalam pelatihan ini dipumpunkan pada penulisan cerita anak, sistem paket 24 jam, diberikan oleh tiga narasumber, meliputi teori dan praktik, diikuti oleh 50 guru sekolah dasar dan sekolah menengah di Palangkaraya, April 2007, serta diliput dua kali oleh Dayak Pos. Pada tahun 2008 dilaksanakan di Tamiang Layang (Barito Timur) dan di Buntok (Barito Selatan) yang dipumpunkan pada penulisan cerita pendek, melibatkan narasumber cerpenis asal Seruyan, Kuala Pembuang, Sandi Firly, dan guru SMKN 1 Palangkaraya, Drs. Supardi, dengan peserta siswa SLTA sebayak 49 siswa, diliput oleh Radar Banjarmasin. (6) Bengkel Sastra yang dipumpunkan pada kegiatan musikalisasi puisi bagi siswa SMU dan SMK di Sampit, Kotawaringin Timur, dengan mendatangkan pembengkel dari Jakarta dan Kota Palangkaraya. Hasil dari bengkel ini dalam lomba musikalisasi tingkat provinsi menjadi juara pertama, dan mereka dikirim ke Jakarta untuk mengikuti kegiatan serupa tingkat nasional. Sementara untuk tahun 2008 dilaksankan di Buntok, Barito Selatan, dengan peserta para guru bahasa dan sastra SLTP dan SLTA. (7) Siaran Bahasa Indonesia di RRI Palangkaraya, rutin diadakan setiap satu minggu sekali, sejak dari akhir Desember 2006 hingga sekarang, setiap Jumat, pukul 16.00—16.30 WIB, kemudian diubah hari Kamis, pukul 08.00—08.30 WIB. Bahkan dari pihak RRI Palangkaraya meminta siaran pembinaan Bahasa Daerah (Dayak Ngaju) dan Bahasa Inggris. Kedua permintaan RRI itu belum dapat dilayani karena keterbatasan tenaga dan dana Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah. (8) Penyuluhan Bahasa Indonesia bagi Pegawai Pemerintah se-Kabupeten Kotawaringin Timur, di Sampit, dengan mendatangkan penyuluh dari Pusat Bahasa dan dari kota Palangkaraya. Diikuti oleh 50 peserta. Kegiatan ini diliputi oleh Radar Sampit dan Kalteng Pos. Bahkan, pihak pemda Kotawaringin Timur meminta lagi sebanyak tiga kali khusus untuk bahasa tata dinas dan surat-menyurat dinas. Tahun 2008 diadakan di Pangkalan Bun (Kota Waringin Barat) dan Muara Teweh (Barito Utara). (9) Seminar Laras Bahasa Jurnalistik yang juga merupakan wujud Sosialisasi Gerakan Cinta Bahasa Indonesia. Kegaiatan ini terlaksana berkat kerja sama Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dengan PWI Cabang Kalteng, FBMM Cabang Kalteng, Pemerintah Provinsi yang diwakili oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Tengah. Seminar ini diadakan pada hari Senin, 10 September 2007, dengan menampilkan empat pembicara, yaitu Ketua FBMM Pusat (TD Asmadi), Kepala Pusat Bahasa, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan (Drs. Mustakim, M.Hum.), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Tengah (Drs. Hardy Rampay, M.Si.), serta pakar kebahasaan dari Universitas Palangkaraya (Dr. Petrus Poerwadi, M.S.), diikuti peserta sebanyak 350 orang bertempat di Aula Kantor Dinas Pendidikan Provinsi. Kegiatan ini diliput oleh (yang termonitor oleh saya) Kalteng Pos, Dayak Pos, Palangka Pos, Pelita, RRI Palangkaraya, TVRI Kalteng, dan Borneo TV. Sore harinya, Senin, 10 Septembar 2007, pukul 18.30—19.00, diadakan siaran langsung di TVRI Kalteng, Rubrik Wacana, dengan dua narasumber Ketua FBMM Pusat (TD Asmadi) dan Ketua FBMM Kalteng (H.M. Wahyudie F. Dirun, SP.) dengan tema Bahasa Media Massa yang Patriotik dan Mendidik. Tahun 2008 juga akan diadakan seminar serupa pada bulan Mei dengan pembicara yang berbeda. (10) Sosialisasi Rancangan Undang-undang Kebahasaan (RUU Kebahasaan) diadakan di Ruang Pertemuan Hotel Dandang Tingang, 22 November 2007, dibuka oleh Asisten II Gubernur Kalimantan Tengah, Titik Sundari, S.H., diikuti oleh berbagai unsur, sebanyak 60 orang. Kegiatan ini diliput oleh Kalteng Pos, Dayak Pos, Pelita, dan TVRI Kalteng. Pada hari Jumat sore, 23 November 2007, pukul 18.30—19.00, diadakan dialog masalah RUU Kebahasaan itu dalam rubrik OPINI, dipandu oleh Drs. Lukman Hakim Siregar, dengan narasumber Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dan Ketua FBMM Kalteng/Ketua PWI Kalteng/Pemred Kalteng Pos, dengan tema Undang-Undang Kebahasaan Setengah Jadi. (11) Bulan Bahasa dan Sastra 2007, dengan tema Menumbuhkan Minat Baca Masyarakat dalam Rangka Menyongsong Tahun Bahasa 2008. Kegiatan ini diisi dengan: (a) Lomba Baca Puisi Guru SD, (b) Lomba Musikalisasi Puisi Siswa SLTA, (c) Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, (d) Sayembara Cerita Pendek Remaja, (e) Sayembara Menulis Surat untuk Gubernur, dan (f) Lomba Mendongeng Siswa SD. Pemenang pertama Lomba Baca Puisi Guru SD (satu orang guru), Lomba Musikalisasi Puisi siswa SLTA (10 orang dengan pembimbing), dan Duta Bahasa (satu pasang, dua orang) dikirim ke Jakarta untuk mengikuti kegiatan serupa tingkat nasional di Pusat Bahasa. Sepuluh naskah nominasi cerita pendek remaja juga dikirim ke Jakarta, ke Pusat Bahasa, untuk mengikuti kegiatan serupa tingkat nasional. Hasilnya, hanya satu orang guru, Saudara Suryo Sulistyo, yang masuk sepuluh besar Lomba Baca Puisi Guru SD tingkat nasional. Selain itu, masih dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra 2007, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah juga mengirimkan kegiatan tingkat nasional ke Jakarta: (g) Pemeringkatan Media Massa Tingkat Nasional, di Jakarta, yang diwakili oleh Kalteng Pos dan Dayak Pos, dan (h) Adibahasa, yaitu penggunaan bahasa di ruang publik (papan nama, kain rentang), bahasa tata dinas pemerintah provinsi (surat dinas, dokumen perjanjian, peraturan daerah), dan pembinaan kebahasaan dan kesastraan di masyarakat Kalimantan Tengah. Hasilnya, Kalteng Pos peringkat 6 kategori B (dua rubrik), Dayak Pos kategori A (tiga rubrik), dan Peringkat Pertama Adibahasa dari 33 provinsi. (12) Penggemaan Gerakan Cinta Bahasa Indonesia di media massa cetak dan elektronik, yakni berupa penulisan artikel dan berita-berita tentang kebahasaan dan kesastraan di media massa. Staf Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah yang sudah menulis artikel di media massa, antara lain, Basori, Ai Kurniati, Darmawati M.R., Ary Setyorini, dan Kambang, yang lainnya mudah-mudahan dapat segera menyusul. Di luar staf Balai Bahasa, masyarakat umum, yang sering menulis adalah Bapak Supardi, Bapak H. Makmur Anwar, dan Bapak Muhammad Alimulhuda. Ada beberapa kali wawancara untuk disiarkan di Borneo TV (dalam rangka Ulang Tahun Provinsi Kalimantan Tengah yang ke-50, pemberangkatan Duta Bahasa Kalteng ke Jakarta), TVRI Kalteng (berita KATAMBUNG, rubrik Wacana, dan OPINI), RRI Palangkaraya (berita Isen Mulang, siaran mingguan), Kantor Berita Antara Perwakilan Palangkaraya, Dayak Pos, Kompas, Banjarmasin Pos, dan Pelita, Banjarmasin Pos On Line, Kalteng Pos On Line, dan Kompas Cyber Media. Dalam usaha penggemaan Gerakan Cinta Bahasa Indonesia ini kami pernah didatangi oleh 15 mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Bahasa Asing untuk meminta penjelasan (klarifikasi) tentang visi, misi, dan tujuan GCBI tersebut. (13) Mendorong hingga terbentuknya Forum Bahasa Media Massa (FBMM) Cabang Kalimantan Tengah. Dalam kegiatannya FBMM melakukan diskusi bulanan, pertama di Kalteng Pos yang juga disiarkan secara langsung oleh Radio KPFM selama 2 jam penuh, yang kedua diselenggarakan di RRI Palangkaraya, juga disiarakan melalui stasiun radio milik pemerintah ini selama dua jam pula. Kegiatan seminar bahasa media massa juga diikuti oleh berbagai media massa yang ada di Kalteng, guru, mahasiswa, pengamat, dan pratisi. (14) Mendorong mengaktifkan kembali kepengurusan dan aktivitas Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. (15) Memfasilitasi dan membangkit kembali komunitas sastrawan Kalimantan Tengah yang terwadahi dalam Ikatan Sastrawan Indonesia (ISASI), untuk menghadapi Dialog Borneo-Kalimantan di Samarinda, temu sastrawan Danarto, serta bedah cerpen Perempuan Pemburu Hujan karya Sandi Firly. (16) Mengirimkan tenaga kebahasaan dan kesastraan (beberapa staf Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Guru Bahasa Indonesia yang terwadahi dalam MGMP Bahasa Indonesia SMK, SLTA dan SLTP, Ketua Jurusan Bahasa Inggris, Ketua Jurusan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Palangkaraya, Mahasiswa Jurusan FKIP Universitas Palangkaraya, Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sastawan, dan Guru SD) serta beberapa orang tenaga non bahasa dan sastra (Kepala Humas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Ketua KNPI Kota Palangkaraya, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Palangkaraya, Guru Nonbahasa, dan wartawan Dayak Pos) ke kegiatan kebahasaan dan kesastraan di Jakarta, Bogor, Batam, Denpasar-Bali, Samarinda, Banjarmasin, Surabaya, Malang, Makassar, dan Brunei Darussalam. (17) Diskusi Mingguan, bagi staf Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, tentang masalah penelitian, pengembangan, pembinaan, dan pelayanan kebahasaan dan kesastraan. Sayang, kegiatan yang sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan ini hanya berjalan 4 bulan (Februari —Mei 2007). Mudah-mudahan pada kesempatan yang lain dapat dihidupkan kembali. 4) Pengelolaan Kantor dan Pembangunan Sarana/Prasarana Pengelolaan kantor dan pembangunan sarana/prasarana meliputi: (1) Pengarsipan dokumen dan surat-surat masuk dan surat keluar. (2) Penertiban disiplin pegawai, pembinaan pegawai, dan peningkatan mutu pegawai. (3) Ketatalaksanaan, melakukan kegaiatan terpadu antarurusan dalam pelaksanaan kegiatan operasional kantor. (4) Kerumahtanggaan, pendataan dan pelaporan iventaris kantor, BMN (5) Pengadaan pakaian kerja sopir, pramuwisma, penjaga kantor, dan pesuruh. (6) Penyusunan Program Kerja Balai (7) Penyusunan Program Kerja Teknis (8) Pembuatan laporan Mingguan, dua Mingguan, bulanan, triwulanan, caturwulanan, semesteran, tahunan atau LAKIP. (9) Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi. (10) Pembinaan Administrasi Pengelolaan Keuangan. (11) Perbaikan Peralatan Kantor (12) Pengadaan Inventaris Kantor (13) Pengadaan Kendaraan Bermotor Roda Dua (14) Perawatan Kendaraan Bermotor Roda Dua (15) Perawatan Kendaraan Bermotor Roda Empat (16) Perawatan Sarana dan Prasarana Gedung/Kantor/Halaman, salah satunya adalah mengganti plapon dan keramik lantai dua gedung utama, ukuran 10 x 20 meter2 = 200 meter2. (17) Langganan Daya dan Jasa, berusaha menambah daya listrik, dan menambah dua saluran telepon sehingga dapat memilki faksimile dan internet sendiri. (18) Pembangunan Sarana dan Prasarana. Pembangunan sarana dan prasarana kantor ini meliputi: (1) pembangunan aula tahap dua, dua lantai, ukuran 16 x 25 meter2, (2) pembangunan ruang kerja baru, dua lantai, ukuran 8,5 x 12 meter2, (3) pembangunan rumah dinas kepala balai, ukuran 6 x 8,5 meter, (4) pembangunan pos jaga, ukuran 2,5 x 5,5 meter2, (5) pembangunan parkir mobil, ukuran 5 x 7,5 meter2, (6) pembangunan penambahan parkir motor, ukuran 2,5 x 10 meter2, (7) pembangunan dua buah menara air, ukuran 2 x 3 meter, (8) pembangunan dan perombakan ruang kepala, ruang tamu kepala, ruang kepegawaian, ruang bagian keuangan, dan ruang subbagian tata usaha, (9) pembangunan taman depan kantor utama dengan tiga buah air mancur, 12 tiang lampu hias taman, penanaman 12 pohon pinang, 4 pohon mangga, 4 pohon kedondong, beberapa pohon cemara dan tanaman hias lainnya, perapian halaman, pengaspalan, pempalingblokan, pemlesteran, pembuatan lapangan bulu tangkis dan sepak takraw serta tenis meja, (10) pembangunan saluran air (parit) keliling pagar kantor berbentuk U, ukuran 0,50 x 174 meter2, (11) pembangunan saluran air (parit) depan kantor, ukuran 1,50 x 40 meter2, (12) pembangunan dua buah gorong-gorong dan jembatan masuk ke kantor, (13) pembangunan dua buah gerbang pintu masuk balai, dan (14) pembangunan taman depan pagar-depan balai.
|