Beranda arrow Berita arrow Berita arrow 10 Naskah Drama Pilihan Kegiatan Penulisan Kreatif Sastra Se-Kabupaten Kotawaringiin Barat
Menu Utama
Beranda
Ihwal Kami
Publikasi
Tautan
Pencarian
Profil Kepala Balai
Suar Betang
Berita
Ketenagaan
KBBI
UKBI
Hasil Penelitian
Glosarium
Tokoh
Parade Gambar
Perpustakaan
Artikel
Agenda
Resensi Buku
Info
10 Naskah Drama Pilihan Kegiatan Penulisan Kreatif Sastra Se-Kabupaten Kotawaringiin Barat PDF Cetak E-mail
Rabu, 01 April 2009

Para pengunjung setia laman Balai Bahasa Provinsi Kalilmantan Tengah, berikut 10 naskah drama pilhan yang telah lolos seleksi Tim Penilai Kegiatan Penulisan Kreatif Sastra "Naskah Drama" Tingkat SLTA Se-Kabupaten Kotawaringin Barat, yang telah dilaksanakan pda tanggal 23-24 Februari yang lalu di Pangkalan Bun. Adapun 10 naskah pilihan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. "Presiden Republik Khayal", oleh Rismeidasari, siswi SMA Negeri 3 Pangkalan Bun,
  2. "Cinta danSahabat", oleh Recha Mega Puspita, siswi SMA Negeri 1 Pangkalan Bun,
  3. "Tak Terbalas", oleh Rifaat Nazmi, siswa SMA Negeri 1 Kumai,
  4. "Nafas Terakhir" oleh Anan Novian, siswa MAN Pangkalan Bun,
  5. "Saling Memaafkan dalam Kesalahan", oleh Budi Setiawan, siswa SMA Negeri 1 Kumai,
  6. "Menyambut Pagi dengan Kreatifitas", oleh Yeyen Febriati, siswi SMK Harapan
  7. "Jangan Iri Dong!", oleh Almasnurmin,
  8. "Kesalahpahaman Menjadi Sebuah Persahabatan", oleh Friska Mustika Sari,
  9. "Jalan Cinta, oleh Febrina Mufti Sari dan
  10. "Mimpiku Menjadi Nyata", oleh Maulidina Arimi Ridakastin
    .

Tim Penilai yang terdiri dari Drs. Sumadi, M. Hum (pengamat bahasa sekaligus Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah), Moh. Alimul Hida (Praktisi Sastra), dan Yusy Kladeus Marie (pegiat sastra) sepakat untuk menetapkan naskah dengan judul "Presiden Republik Khayal" yang ditulis oleh Resmeidasari, siswa dari SMA Negeri 3 Pangkalan Bun sebagai naskah terbaik.Naskah tersebut kami tayangkan langsung di laman ini.

Kepada 10 siswa yang naskahnya terpilih kami mengucapkan selamat. Semoga mereka terus berkarya mengasah kreatifitas menulis sehingga di masa yang akan datang lahir penulis berbakat yang membawa Provinsi Kalimantan Tengah ke tingkat nasional.  Salam.

PRESIDEN REPUBLIK KHAYAL

Rismeidasari

SMA Negeri 3 Pangkalan Bun

 

 

Pagi ini di sebuah gedung akan diadakan pertemuan tiga orang capres ternama di Republik Khayal, pertemuan mereka akan ditayangkan di televisi, karena itulah mereka berlomba untuk merebut simpati dari rakyatnya agar dipilih pada saat pemilu yang sebentar lagi dilaksanakan.

 

Pak Gus Dar                      : “Wah…..sepertinya pemerintahan  sebelumnya ini tidak ada  kemajuan .Pemerintahannya kok seperti senam Poco Poco “ ! ( Berbicara dengan sinisnya sambil melirik ke arah pak Susila Bimbang)

 

Bu Mega Mendung             : “Bukan Senam Poco Poco, Pak ! Bapak ini gimana sih ? Tapi seperti main yoyo, kadang naik kadang turun tidak jelas. Lebih baik saya saja yang menggantikan’’.

 

Pak Susilo Bimbang            : (Merasa tersinggung ) “Ini apa-apaan toh ? Anda anda ini ingin menyudutkan saya atau ingin mengatakan kinirja saya kurang baik begitu ? “( menyahut pembicaraan dengan nada tinggi)

 

Pak Gus Dar                      : (Dengan tenangnya menjawab Pak Susilo Bimbang )” Kenapa mesti marah ? kalau memang benar bagaimana ? Pemimpin yang baik itukan mau merima kritikkan dari siapa saja”.

 

Bu Mega Mendung             : “Kalau tidak mampu membangun negeri ini tidak usah memaksa, kasihan rakyat hidupnya melarat terus, kapan negeri ini akan maju?”

 

Pak Susilo Bimbang            :  “Ah….itu bisa bisanya kalian saja ingin menjatuhkan saya. Kalian pikir membangun negara itu gampang?”( sambil melotot)

 

Pak Gus Dar                      :  “Yang bilang gampang itu siapa ?”

 

Pak Susilo Bimbang            :  “Lalu maksud anda berkata seperti itu apalagi kalau bukan untuk meremehkan saya ?

 

Bu Mega Mendung             :  “Apa anda bisa membuktikan kalau anda itu bisa mengatasi masalah negeri ini ?

 

Pak Susilo Bimbang            :  “Mau bukti? Tunggu saja Pemilu tiga hari lagi, pasti saya yang akan menang, karena saya bisa melakukan yang terbaik untuk rakyat”.

 

Hari yang ditunggu untuk penghitungan suara pun tiba. Saat pengumuman pemenang Pemilu di kantor KPU pusat ternyata ketiga capres itu juga ada di sana untuk menyaksikan langsung pengumuman suara terbanyak.

 

Ketua KPU:                       :“Baiklah saya akan mengumumkan hasil pemilu Pilpres yang serentak diadakan di Negeri Republik Khayal kita yang tercinta ini. Sesuai dengan hasil perolehan yang kami dapat dengan ini kami nyatakan bahwa pemenang Pilpres tahun ini adalah………. Bapak Susilo Bimbang !!!!” (bersorak dengan gembira).

 

Pak Gus Dur                      :  “Sialan ! kenapa dia harus menang lagi ? Bukannya sudah menjalankan rencana saya agar saya menang”(wajahnya terlihat gelisah dan bingung karena ia tidak terpilih sebagai Presiden)

 

Bu Mega Mendung             :“Wah…..wah ini semua gara gara pak Gus Dar!!! Pasti dia berbuat ulah sehingga saya juga kena batunya” (Dengan kesal berjalan menuju arah pak GusDar )

 

Pak Gus Dar                      :“Ada apa anda ini ?Kenapa melihat saya sesinis itu ? memangnya saya ini maling, Anjing kesayangan anda ?

 

Bu Mega Mendung             :“Tentu saja saya memandang anda sinis karena anda berbuat licik sehingga saya juga terkena batunya” (masih memperlihatkan tatapan sinisnya kepada pak GusDar )

 

Pak Gus Dar                      :“Anda bicara apa ? Saya tidak mengerti maksud anda “

 

Bu Mega Mendung             :“Anda tidak usah berpura pura saya tahu rencana licik anda agar bisa jadi Presiden”.

 

 Tiba tiba Pak Susilo Bimbang datang menghampiri perdebatan mereka.

 

Pak Susilo Bimbang            :“Ha…….ha……ha….kacian deh lu ! kalah ya ? Aduh mak….!! Aku kalah lagi, ha……ha….ha………!(dengan nada mengejek dan tertawa terbahak bahak)

 

Bu Mega Mendung             :  “Awas Kamu Bimbang !!!Kali ini kamu boleh saja menang tapi lain kali jangan harap”

 

Pak Susilo Bimbang            :  “Mendung …..Mendung kamu ini ternyata memang benar benar mendung . Bukan hanya namamu yang mendung tapi otak dan pikiranmu juga mendung”

 

Denga wajah malu Bu Mega Mendung pum meninggalkan kantor KPU.

Pak Susilo Bimbang            :  “Hallo pak Gus Dar yang selalu dar dir dur melihat kemenangan saya”.

 

Pak Gus Dar                      :  “Apa maksud Kamu ?“

 

Pak Susilo Bimbang            :  “Ya………Anda pikir saja sendiri. Makanya bersaing itu yang sehat, jangan main sogok sogokan

 

Tak berapa lama kemudian berapa orang polisi datang untuk membawa Pak Gus Dar karena dituduh menyuap ketua KPU.

 

Polisi 1                               :  “Maaf Pak, kami mendapat tugas untuk membawa anda ke kantor karena ada pemeriksaan yang harus kami lakukan terhadap Bapak” (sambil memperlihatkan surat tugasnya kepada Pak Gus Dar )

 

Pak Susilo Bimbang            :  “Selamat berjuang ya di negeri baru anda, semoga sukses menjadi pemimpin di negeri jeruji besi” Daaah…….(sambil melambai tangannya dan tersenyum puas )

 

Akhirnya pak Gus Dar dibawa ke kantor polisi dan tidak bisa berkata apa apa lagi. Sejak saat itu Pak Susilo Bimbang kembali memimpin Negeri Republik Khayal, rakyatnya dan negerinya pun telah bangkit karena usaha dan kerja keras Pak Susilo Bimbang membangun negeri tercinta itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Pemutakhiran Terakhir ( Rabu, 01 April 2009 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
© 2010 Balai Bahasa Provinsi Kalteng